PRESIDEN RESMIKAN JALAN KERETA API BARU DI SUMBAR

PRESIDEN RESMIKAN JALAN KERETA API BARU DI SUMBAR

UNTUK pertama kali sejak kemerdekaan RI, sebuahjalan (track) kereta api ang dibangun oleh tenaga2 PIKA diresmikan penggunaannya oleh Presiden dan Ibu Tien Soeharto serta beberapa menteri kabinet pembangunan Selasa lalu di Sumatera Barat.

Jalan kereta api baru itu yang panjangnya 15 terletak antara lndarung dan Bukit putus berlokasi 20 km dari kota Padang.

Peresmian itu dilakukan oleh Presiden sebagai kelanjutan peresmian pabrik semen Indarung II yang dapat memproduksi semen 600.000 ton setahun. Dengan menumpang gerbong yang berudara dingin (AC), Presiden disambut oleh rakyat yang berdiri hampir di sepanjang jalan kereta api baru itu.

Menteri yang ikut dengan Presiden adalah Menteri Perhubungan Roesmin Nuryadin, Menteri PU Purnomo Sidi, Menteri Perindustrian Soehoed, Menteri Sekretaris Negara Sudharmono SH dan Menteri PPLH Emil Salim serta pejabat Muspida I Sumbar.

Direktur Utama PIKA Ir.Pantiarso yang hadir mengatakan pembangunan jalan kereta api itu dimulai 1977 danmenelan biaya lebih kurang Rp 3,9 milyar.

Bantalan2 kereta api yang terbuat dari besi baja diimpor sementara bantalan kereta api yang terbuat dari kayu berasal dari dalam negeri sendiri, katanya menambahkan.

Untuk Angkut Bahan Baku

Ia mengatakan, jalan kereta api baru itu nanti akan digunakan untuk angkutan bahan baku bagi keperluan pabrik semen dan angkutan semen dalam bentuk curah (bulk) ke pelabuhan Teluk Bayur, "Jadi bukan untuk penumpang".

Presiden dan rombongan yang menaiki gerbong khusus yang sudah rehabilitasi menjadi baru terus melanjutkan perjalanan dengan kereta api sampai ke pelabuhan Teluk Bayur. Jarak Indarung – Teluk Bayur lebih kurang 20 km.

Setibanya di Pelabuhan, Presiden meninjau sejenak dermaga baru yang digunakan khusus ekspor semen dari Indarung, Setelah itu Presiden menuju ke pelabuhan udara dan kembali ke Jakarta siang itu juga. (DTS)

Jakarta, Pelita

Sumber: PELITA (20/03/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 923-924.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.