PRESIDEN RESMIKAN HOTEL SHERATON SOLO

PRESIDEN RESMIKAN HOTEL SHERATON SOLO[1]

 

Solo, Antara

Presiden Soeharto hari Sabtu meresmikan Hotel Sheraton Solo yang merupakan hotel bintang lima pertama di Jawa Tengah.

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Presiden, yang didampingi Menparpostel Joop Ave, Gubernur Jawa Tengah Soewardi, dan Direktur PT. Hotel Anomsolo Sara Natama Agus Sugiarto sebagai pemegang saham Hotel Sheraton Solo.

Presiden kemudian mengadakan peninjauan keliling dan kemudian rombongan beristirahat sejenak di Bungalow Bagaskoro sambil menikmati hidangan makanan khas daerah seperti ketela pohon, jagung, madu mongso.

Tampak hadir pula dalam rombongan antara lain Menkop dan PPK Drs. Subiakto Tjakrawardaya dan Hutomo Mandala Putra.

Menparpostel JoopAve mengatakan sektor pariwisata Indonesia sekarang telah menjadi sasaran investor asing, mengingat iklim dan alam yang sangat mendukung.

“Banyak investor dari luar negeri menanamkan modalnya membangun akomodasi hotel di sini.” katanya.

Menurut menteri, apabila dikaitkan dengan program tahun 2005 maka kebutuhan kamar hotel yang tersedia masih kurang banyak.

“Jadi tidak benar kalau sekarang ini sudah kelebihan kamar hotel.” tegas Menteri Joop Ave.

Dalam tahun 2005, sasaran kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 11 juta orang dengan lama tinggal 11 hari. Dengan target tersebut diharapkan pula sektor pariwisata bisa menjadi nomor satu pemasok devisa untuk non-migas.

Untuk tahun 1995 devisa yang diraih sektor pariwisata mencapai 5,02 miliar dolar AS, di mana 24,4 persen nya berasal dari belanja pakaian terutama sebagian besar jenis kain batik. Ia mengatakan produksi kain batik yang terbesar berada di daerah Solo, berarti daerah ini memiliki peluang besar. Daerah Solo dan sekitarnya sebenarnya juga pemasok berbagai macam cindera mata lainnya yang banyak menghiasi hotel-hotel besar di Indonesia dan bahkan banyak yang diekspor.

Jadi, kalau potensi yang ada ini dengan budaya khas keraton nya dikemas dengan baik, maka daerah ini diperkirakan akan kebanjiran wisman terutama setelah dibukanya Bandara Internasional Adisumarmo Solo tahun depan.

Rp 50 Miliar

Direktur PT Hotel Anomsolo Saranatama, Agus Sugiarto, mengatakan untuk membangun Hotel Sheraton Solo yang berada di atas tanah seluas 3,5 hektar diperlukan biaya Rp 50 miliar.

Bangunan Hotel Sheraton Solo berciri arsitektur Jawa Klasik dan memiliki 114 kamar serta empat buah bungalow mewah dilengkapi kolam renang pribadi. Ditargetkan tingkat hunian nya pada tahun pertama rata-rata mencapai 60 persen.

Sheraton Solo menyerap tenaga kerja 230 orang yang sebagian besar berasal dari putra daerah setempat.

ITT Sheraton sendiri saat ini telah menangani sembilan hotel berbintang di Indonesia seperti di Lampung, Surabaya, Bali, Jakarta, Lombok, Yogyakarta, Bogor, Timika (Irian Jaya).

Sumber : ANTARA (26/12/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 561-562.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.