PRESIDEN RESMIKAN BENDUNGAN DI JAWA TIMUR PEMBANGUNAN SEKARANG INI TERUTAMA DITUJUKAN UNTUK “ORANG-ORANG KECIL”

PRESIDEN RESMIKAN BENDUNGAN DI JAWA TIMUR PEMBANGUNAN SEKARANG INI TERUTAMA DITUJUKAN UNTUK "ORANG-ORANG KECIL"

Presiden Soeharto untuk kesekian kalinya menegaskan bahwa pembangunan yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia sekarang ini ditujukan untuk seluruh rakyat terutama untuk "orang-orang kecil".

Menyampaikan pidato pada peresmian Bendungan Gunungsari Baru di Kodya Surabaya dan peresmian nama Bendungan/PLTA Karang Kates menjadi Bendungan/ PLTA Sutami, Kepala Negara selanjutnya mengatakan, sebenarnya pembangunan yang dikerjakan sekarang ini memang ditujukan untuk "orang-orang kecil" dan untuk kepentingan seluruh rakyat.

Disinggung juga oleh Presiden dalam pidatonya ini mengenai berbagai usaha yang dilakukan seperti misalnya pembangunan SD Inpres.

Dikatakan, hal ini tidak lain bertujuan agar setiap anak rakyat jelata dapat memperoleh pendidikan yang sewajarnya. "Dalam Repelita III ini, Insya Allah, diusahakan agar semua anak akan dapat tertampung di Sekolah Dasar," ucap Kepala Negara.

Harus Merata

Di samping pembangunan SD Inpres, juga telah dibangun Pusat Kesehatan Masyarakat di setiap kecamatan dan Puskesmas Pembantu di luar kecamatan dengan tujuan agar rakyat kecil bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik.

Begitu pula dengan bantuan pembangunan yang diberikan kepada setiap propinsi, kabupaten dan setiap desa adalah juga bertujuan agar semua daerah dapat maju secara merata.

Memang, demikian kata Kepala Negara selanjutnya, pembangunan ini tidak lain untuk memperbaiki kehidupan rakyat banyak. Pembangunan adalah usaha bangsa Indonesia secara sadar untuk merobah nasib bangsa.

"Kita sedang berusaha merobah warisan masa lampau yang buruk menjadi masa depan yang lebih baik, mengganti masa silam yang serba kekurangan dengan masa depan yang serba kecukupan, berkemakmuran dan berkeadilan sosial," kata Kepala Negara.

Di lain bagian dari pidatonya ini Presiden juga mengatakan bahwa walaupun banyak kemajuan besar yang telah dicapai namun tugas2 pembangunan di hadapan kita masih tetap besar dan tidak bertambah ringan.

Presiden mengajak seluruh bangsa untuk tetap memupuk kemampuan dalam membangun. Sebab, demikian kata Kepala Negara, pada akhirnya berhasil atau gagalnya pelaksanaan pembangunan sepenuh-penuhnya berada di tangan kita sendiri.

”Dalam rangka itulah mutlak bagi kita untuk terus menambah tenaga2 yang cakap dan trampil dalam segala lapangan pembangunan dan segala tingkatan," demikian Kepala Negara.

Bendungan Sutami

Khusus mengenai peresmian nama Bendungan/PLTA Karang Kates menjadi "Bendungan/PLTA Sutami", Kepala Negara mengatakan bahwa Ir.Sutami (almarhum) telah banyak berjasa dalam merintis pembangunan proyek2 besar.

"Beliau telah mematrikan namanya sebagai pejoang pembangunan yang besar", kata Presiden.

Sebab itu, demikian kata Kepala Negara selanjutnya, untuk mengabdikan namanya, untuk mengenang jasa2nya, untuk menyatakan rasa hormat dan terima kasih bangsa Indonesia kepada salah seorang puteranya yang berjasa maka nama Bendungan/ PLTA Karang Kates diresmikan dengan Bendungan/ PLTA Sutami.

Tumbuhkan Kesadaran

Menteri Pekerjaan Umum Purnomosidi Hadjisarosa dalam sambutannya mengatakan Bendungan Gunungsari Baru yang mampu menyediakan air irigasi, tambahan air minum dan industri dan tambahan air untuk Kota Surabaya, juga akan menumbuhkan kesadaran yang lebih besar dan mendorong usaha2 perbaikan serta pelestarian lingkungan hidup di Kota Surabaya dan sekitarnya.

Bendungan ini, kata Menteri, merupakan salah satu dari serangkaian bangunan yang di perlukan dalam rangka pengembangan wilayah Sungai Brantas. Sungai Brantas sendiri adalah satu dari 302 sungai yang menunjukkan gangguan atau ancaman banjir.

Sejak Pelita I, 302 sungai tsb serta 4 gunung berapi sudah ditangani dengan biaya sebesar Rp 322,2 milyar.

Sungai Brantas yang panjangnya 320 km dengan daerah pengaliran seluas 12.000 km, 730.000 ha diantaranya merupakan daerah pertanian lembah Brantas yang subur dengan persawahan seluas 321.000 ha. Sungai ini merupakan salah satu sumber kehidupan yang sangat penting bagi daerah Jatim, sebagai tulang punggung produksi pangan, gudang air dan pembangkitan tenaga listrik.

Hal unik dalam daerah pengaliran Sungai Brantas ialah Gunung Kelud yang masih aktif mengeluarkan bahan letusan ke lerengnya dan masuk ke Sungai Brantas. Ini merupakan salah satu sebab utama berlangsungnya proses degradasi pada sungai itu. (DTS)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber: SINAR HARAPAN (16/04/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 565-567.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.