PRESIDEN RASAKAN ADA PEMBERITAAN PERS AKHIR2 INI YANG KURANG OBYEKTIP

PRESIDEN RASAKAN ADA PEMBERITAAN PERS AKHIR2 INI YANG KURANG OBYEKTIP

Presiden Soeharto merasakan pula adanya pemberitaan sementara pers akhir­akhir ini yang kurang obyektip, tidak proporsional dan mencampur-adukkan fakta dengan opini. Demikian keterangan Pangkopkamtib Laksamana TNI Sudomo kepada wartawan selesai diterima Presiden Soeharto di Bina Graha hari Sabtu.

Selain perlu meningkatkan mutu pemberitaan pers, juga Presiden mengharapkan bidang kehumasan yang terdapat di departemen2 atau non-departemen meningkatkan mutunya dalam rangka bekerjasama dengan pers.

Sudomo mengatakan, keluhan2 terhadap pers itu antara lain adanya pemberitaan yang tidak berdasarkan fakta, memvonis lebih dulu, kurang bennutu dan obyektip, mengabaikan. praduga tak bersalah, mengungkapkan rahasia pribadi atau melanggar hak asasi, dan lain sebagainya.

Dalam usaha meningkatkan mutu pemberitaan pers Pangkopkamtib telah mengadakan pertemuan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) baru2 ini yang pada pokoknya menekankan perlunya kode etik jurnalistik Indonesia dilaksanakan dalam pemberitaan pers.

"Hendaknya wartawan melakukan check dan recheck sebelum suatu berita dimuat dalam suratkabar," kata Sudomo.

Dalam usaha untuk melancarkan tugas wartawan mengadakan check dan recheck suatu berita ini, Pangkopkamtib akan membicarakan kemungkinan2 dibukanya Humas2 selama 24 jam sehingga setiap saat bisa melayani wartawan yang memerlukan informasi ataupun penjelasan tentang suatu berita.

Ia mengharapkan pejabat harus dapat ikut serta dalam proses pengambilan keputusan oleh suatu pimpinan departemen, sehingga hal ini akan bermanfaat dalam memberikan penjelasan kepada wartawan tentang keputusan apa yang diambil dan segala latar belakangnya.

Perampokan

Pangkopkamtip mengatakan peristiwa perampokan bersenjata akhir2 ini bersifat kriminil, bukan politis, para petugas kepolisian yang dibantu oleh Brimob dan juga Laksusda selalu siap memberantas perampokan2 tersebut, kata Sudomo. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (02/12/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 424-425.

Riani Architta

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.