PRESIDEN, PUTRA-PUTRI DAN CUCU MASUK KA’BAH JUMAT DINI HARI

PRESIDEN, PUTRA-PUTRI DAN CUCU MASUK KA’BAH JUMAT DINI HARI[1]

 

 

Jedah, Antara

Presiden Soeharto, yang disertai putra-putri serta cucu-cucunya, hari Jumat dini hari waktu Indonesia masuk ke dalam Ka’bah di Mekah, Arab Saudi, setelah siang harinya melakukan ibadah umroh.

Pada pukul 22.10 waktu Mekah hari Kamis atau pukul 02.10 WIB hari Jumat , Kepala Negara yang mengenakan pakaian muslim berwarna putih meninggalkan wisma milik Kerajaan Saudi yang hanya beberapa meter letaknya dari Masjidil Haram.

Pak Harto didampingi keenam  putra-putrinya,  yaitu Mbak Tutut, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Titiek Prabowo, Tommy, serta Mamiek, sementara itu diantara cucu-cucunya Nampak Ary Sigit Harjojudanto.

Presiden pada pukul 22.17 waktu Mekah didampingi putra-putri serta cucu­ cucunya mulai memasuki Kabah, sementara tentara Saudi melakukan penjagaan secara pagar betis agar orang-orang lain yang sedang mengelilingi Ka’bah tidak bercampur baur dengan orang Indonesia yang telah berada di dekat Ka’bah.

Kemudian sekitar pukul 22.27, Pak Harto keluar dari Kabah didampingi Mbak Tutut dan suaminya Indra Rukmana serta Bambang Tri.

Pada tahap berikutnya, nampak Mensesneg Moerdiono, Menlu Ali Alatas serta Ary. Pada gelombang terakhir, muncul Tommy serta Sigit.

Tidak seperti pada saat Pak Harto bulan Oktober 1995 memasuki Kabah, di mana seluruh rombongan bisa seluruhnya masuk, maka saat ini banyak yang tidak bisa masuk ke dalam karena pengaturan yang kurang rapi.

Kepala Negara dan rombongan kemudian kembali ke wisma untuk menginap karena bershalat Jumat di Masjidil Haram.

Setelah itu rombongan kembali ke Jeddah dengan mobil untuk terbang dengan pesawat MD-11 Garuda Indonesia guna berziarah ke Mesjid Nabawi di Medinah dan langsung kembali ke Jakarta.

Dijadwalkan Pak Harto dan rombongan tiba di Bandara Halim Perdana kusuma Sabtu siang.

 

Bambang

Pada hari Kamis siang, Pak Harto beserta rombongan tiba di wisma Kerajaan Saudi di Mekah setelah menempuh perjalanan dengan mobil selama hampir satu jam dari Jeddah.

Beberapa menit kemudian, Kepala Negara mulai memasuki mesjid untuk melakukan ibadah umroh. Kepala Negara selanjutnya melakukan ibadah umroh dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali (tawaf).

Pak Harto kemudian berdoa di depan Kabah. Karena saat shalat Ashar telah tiba maka Presiden tetap berada di Masjidil Haram.

Pada pukul 15:35, Pak Harto mulai shalat Ashar. Di sebelah kiri nampak antara lain, Bambang dan adiknya Tommy sedang disebelah kanan terdapat beberapa cucu Pak Harto serta Menteri Agama Tarmizi Taher.

Juga nampak Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakmta Prof Quraish Shihab. Urutan berikut dari ibadah umroh yang tetap diikuti secara khusus oleh Pak Harto adalah melakukan sa’i, yaitu berjalan tujuh kali di antara Bukit Shafa dengan Marwah.

Di sebelah kiri Pak Harto, nampak secara khusuk melakukan ibadah umroh ini menantunya Indra Rukmana. Setelah sa’i dimulai pukul 15:55 waktu setempat dan berakhir pukul16:40, kewajiban IAIN yang harus dilakukan Pak Harto adalah melakukan tahalul atau mencukur rambut.

Kepala Negara kemudian minta Quraish Shihab untuk menggunting rambutnya, namun kemudian Rektor IAIN ini menyarankan agar Bambang Tri yang melakukan hal itu. Akhirnya, Quraish menggunting rambut Indra Rukmana.

Sementara itu, menantu Presiden, Prabowo menggunting rambut beberapa petugas keamanan. Setelah tuntas melakukan ibadah umroh secara khusuk dan tertib, Pak Harto kembali ke wisma Kerajaan Saudi.

(Tl.EU01/PE09/JPR-00 2!B/28/ll/97 15:50/SRl

Sumber: ANTARA  (28/11/1997)

_________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 545-546.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.