PRESIDEN PULANG, LEBIH SEHAT DARI DUGAAN SEMULA

PRESIDEN PULANG, LEBIH SEHAT DARI DUGAAN SEMULA[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto Sabtu pagi pukul 08.00 tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta dari Jerman setelah menjalani pemeriksaan lanjutan kesehatan di RS Herz und Diabetes Zentrum, Bad Oeyhausen. Presiden Soeharto dijemput ke dalam pesawat MD-11 Garuda oleh Mensesneg Moerdiono, Panglima ABRI Jenderal Feisai Tanjung dan Indra Rukmana.

Beberapa menit kemudian, Presiden Soeharto menuruni tangga pesawat dan terlihat sehat. Setelah itu Presiden menyalami awak pesawat, kemudian Menseskab Saadilah Mursjid, Menkop/PPK Subyakto Tjakrawerdaya, KSAD Jenderal Hartono, Sekmil Presiden Yasril Yacub dan Pangdam Jaya Mayjen Sutiyoso.

“Kesehatan Bapak Presiden ternyata amat baik dari dugaan semula.” ujar Prof. Harjanto mengawali pembicaraannya.

Pada tanggal 29 Juni 1996 di Jakarta, lanjutnya telah dilakukan pemeriksaan medik kesehatan Presiden Soeharto oleh Tim Dokter Ahli Kepresidenan (TDAK).

Pembesaran Jantung

Hasil pemeriksaan itu, ditemukan adanya pembesaran jantung yang dapat disebabkan beberapa kemungkinan. Pengukuran fungsi ginjal dengan pemeriksaan nuklir menemukan adanya penurunan fungsi yang sebabnya belum jelas. Ditemukan juga adanya batu ginjal di sebelah kiri yang sudah diketahui sejak lama dan dalam keadaan stabil.

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, tambah Prof. Harjanto, disimpulkan bahwa harus dapat ditentukan penyebab pembesaran jantung tersebut dengan tepat agar dapat direncanakan pengawasan lanjutan, dan harus dapat diusahakan mencari penyebab penurunan fungsi ginjal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, TDAK mengusulkan kepada Presiden agar dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Herz Zentrum Nord Rhein Westfalen, Bad Oeynhausen, Jerman. Mengapa RS itu dipilih, tambah Prof. Haijanto, karena RS tersebut telah menjadi pusat unggulan dan telah mempunyai pengalaman luas dan dilengkapi dengan peralatan mutakhir.

Presiden menugaskan TDAK untuk mempersiapkan medical check-up di Jerman. Setelah menjalani pemeriksaan tanggal 9, 10 dan 11 Juni lalu, hasilnya menunjukkan, meskipun jantung agak membesar tetapi jantung ternyata masih sangat baik. Tidak ada penyempitan koroner. Fungsi ginjal, ternyata untuk seusianya masih sangat baik, meskipun masih terdapat batu di ginjal kiri.

Menjawab pertanyaan, dr. Harjanto maupun dr. Djoko mengatakan, tidak ada saran dari dokter ahli Jerman yang menyarankan pemeriksaan ulang maupun periodik kesehatan Presiden. Hanya diperlukan program penurunan berat badan dan pengawasan kadar kolesterol dengan diet.

“Tetapi karena hubungan kita baik sehingga dengan mudah kita untuk berdiskusi, segala sesuatunya bisa dibicarakan, kalau saran untuk pemeriksaan periodik maupun ulang tidak ada.” tambahnya.

Dokter Jerman mengatakan, kesehatan beliau sangat baik dan ginjalnya sangat baik, super untuk seusia beliau, tambah Djoko.

Menjawab pertanyaan ditegaskan, tidak ada saran dari dokter berdasarkan hasil pemeriksaan agar Kepala Negara mengurangi kegiatan maupun aktivitas, hanya disarankan mengurangi berat badan melalui diet, tambahnya.

Berfungsi Baik

Dari Bad Oeynhausen, Jerman, diberitakan bahwa sesudah tiga hari menjalani pemeriksaan kesehatan di sana dokter Jerman berpendapat Presiden Soeharto

“berada dalam kondisi baik bagi pria seusianya”.

“Presiden berada dalam keadaan kesehatan yang sangat bagus.” ujar dokter Reiner Koerfer, Kepala Ahli Bedah dari klinik Herz Und Diabetes Zentrum yang ultra modem di wilayah Rhein-Westfalen.

“Organ-organ yang diperiksa berfungsi baik dan Presiden untuk usianya, jelas lebih sehat dari perkiraan semula.” dr. Koerfer mengatakan.

Kepala Negara yang berusia 75 tahun itu meninggalkan klinik tersebut sehari lebih cepat dari jadwal semula, sesudah menjalani pemeriksaan jantung dan ginjal AFP memberitakan. Koerfer mengatakan Presiden tidak membutuhkan operasi jantung atau ginjal.

“Tim dokter di sini berkeyakinan bahwa kesehatan Presiden bisa bertambah baik dengan bantuan pengobatan dan diet.” Dr. Koerfer mengatakan.

Sebuah tim terdiri dari delapan dokter Jerman melakukan pemeriksaan atas Presiden Soeharto di klinik itu, yang konon termasuk yang terbaik di dunia dalam bidang bedah jantung. Selain itu hadir juga delapan anggota Tim Dokter Kepresidenan.

Klep Jantung

Menurut Koerfer pemeriksaan di Jerman memperkuat Hasil pemeriksaan dokter­-dokter Indonesia yang menunjukkan bahwa klep-klep jantung Presiden Soeharto berfungsi baik dan bahwa batu ginjalnya tidak berbahaya.

Koerfer mengatakan dia akan berkunjung ke Indonesia pada akhir tahun ini untuk melakukan pemeriksaan. Presiden Soeharto, katanya akan kembali ke klinik itu untuk pemeriksaan lanjutan tetapi tanggalnya belum ditentukan.

Menjawab pertanyaan, apakah tidak mungkin dokternya dipanggil ke Indonesia bila memerlukan pemeriksaan di waktu-waktu yang akan datang, Prof. Harjanto mengatakan, yang dibutuhkan adalah pemeriksaan lanjutan dengan peralatan yang canggih serta pengalaman para dokternya yang luas.

“Makanya saya sebutkan pemeriksaan lanjutan, tentunya dengan peralatan yang lebih mutakhir.” tambahnya.

Kapan Kepala Negara memulai kegiatannya, Mensesneg Moerdiono menjawab pertanyaan mengatakan,

“Saya kira secepatnya Bapak Presiden bekerja.” ujarnya.

Sesuai Jadwal

Mensesneg Moerdiono Jumat (12/7) siang ketika memberikan keterangan resmi pemerintah tentang kesehatan Kepala Negara, bahwa jadwal perjalanan Presiden ke Jerman sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya.

Hanya ada perubahan kecil, semula direncanakan Kepala Negara Jumat pagi waktu setempat berangkat dari RS langsung ke Bandara. Tetapi berubah, karena Kamis malam Bapak Presiden telah keluar dari RS ke hotel.

“Selain itu tidak ada yang berubah semua sesuai dengan jadwal.” tambahnya.

Mensesneg Moerdiono juga menjelaskan kegiatan Kepala Negara di Jerman di samping pemeriksaan kesehatan. Setibanya Presiden Soeharto di Jerman, Kanselir Helmut Kohl menelepon menyampaikan selamat datang dan semoga Hasil pemeriksaan kesehatan Kepala Negara baik dan memuaskan.

Kamis pagi waktu setempat, Bapak Presiden juga menerima telepon dari Kanselir Kohl mengucapkan selamat atas hasil pemeriksaan kesehatan yang memuaskan. Kemudian kedua pemimpin mengadakan pertemuan dan membicarakan masalah

bilateral. Kedua pemimpin itu telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan terutama antara RS Harapan Kita dengan rumah sakit di Jerman di bidang jantung dan kanker.

Dibicarakan juga rencana kunjungan Helmut Kohl ke Indonesia Oktober mendatang sesuai jadwal. Kanselir mengatakan akan membawa sejumlah besar pengusaha Jerman dalam rombongannya nanti. Jumat pagi waktu setempat, Kepala Negara juga menerima kunjungan Sekjen Perhimpunan Pengusaha Indonesia Jerman. Dalam pembicaraan itu dikatakan bahwa Sekjen Perhimpunan Pengusaha Indonesia-Jerman itu akan ikut dalam rombongan Kanselir ke Indonesia. Dan ia sedang mempelajari dengan sungguh-sungguh minat investor Jerman menanam modalnya di Indonesia untuk industri baja, perkereta apian di bawah tanah, proyek pembangkit listrik tenaga air di Memberamo, Irian Jaya dan pemanfaatan C02 di Natuna menjadi gas.

Sumber : SUARA KARYA (16/07/1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 723-726.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.