PRESIDEN : PT BBI SEBAIKNYA JADI BAPAK ANGKAT INDUSTRI PACUL

PRESIDEN : PT BBI SEBAIKNYA JADI BAPAK ANGKAT INDUSTRI PACUL[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta PT (Persero) Boma, Bisma, Indra (BBI) lebih memusatkan perhatiannya menjadi “bapak angkat” industri kecil pembuat pacul, karena hasil produksi mereka sudah baik.

“Kalau pengusaha kecil sudah mampu, sebaiknya BBI tidak memproduksinya lagi.” kata Menkop dan PPK Subiakto Tjakrawerdaja kepada pers setelah menemui Kepala Negara di Istana Merdeka, Selasa.

Masalah pacul itu dibicarakan Presiden dengan Subiakto di Istana Merdeka, karena ketika meresmikan gedung Astra baru-baru ini di Jakarta, Presiden menerima keluhan dari para pengusaha pacul bahwa mereka sulit bersaing dengan produk BUMN yang berkantor pusat di Surabaya itu.

Saat itu, seorang pengrajin mengatakan sekalipun mutu barangnya sudah baik, mereka menghadapi kesulitan karena harus bersaing dengan barang buatan  BBI serta beberapa perusahaan besar lain dana produk impor.

Menurut Subiakto, setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa BBI mulai membuat pacul setelah mendapat perintah dari Menteri Perindustrian Hartarto pada Kabinet Pembangunan V. Perintah itu dikeluarkan Hartarto karena pada saat itu, mutu pacul buatan dalam negeri tidak memadai. Namun sekarang mutu pacul buatan dalam negeri khususnya pengusaha kecil sudah baik.

“Karena itu, Presiden mengatakan BBI dan perusahaan sejenis harus berusaha menjadi bapak angkat dengan menyediakan bahan baku, memberikan bantuan teknik, serta membantu penjualannya.” kata Subiakto.

Kemudian, ia berkata,

“Kalau bisa cash (tunai) malahan lebih bagus.”

Bahkan, kalau perlu, BUMN ini dan produsen-produsen besar lain hanya memusatkan perhatian pada kegiatan ekspor.

Ketika ditanya tentang kebenaran informasi bahwa Departemen Transmigrasi dan PPH masih membeli pacul impor, Menkop mengatakan ia juga pernah mendengar kabar itu.

Namun, katanya Departemen Transmigrasi masih mengutamakan produk dalam negeri.

Di tempat yang, sama, Kepala Negara juga menerima para pengurus Perhimpunan Ahli Ekonomi Pertanian Asia (The Asia Society on Agricul tural Economists) yang dipimpin Ketua Umumnya Beddu Amang.

Seusai pertemuan itu, Beddu Kepala Bulog mengatakan Presiden menyampaikan harapannya agar para ahli itu ikut memberikan sumbangan positif bagi upaya penanggulangan kelaparan dan kemiskinan.

Sumber : ANTARA (08/04/1997)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 308-309.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.