PRESIDEN PIMPIN SIDANG PARIPURNA KABINET PADA 7 APRIL

PRESIDEN PIMPIN SIDANG PARIPURNA KABINET PADA APRIL[1]

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto tanggal 7 April mendatang akan memimpin Sidang Paripurna Kabinet Pembangunan VI yang pertama di Jakarta yang dihadiri oleh Wakil Presiden Try Sutrisno dan seluruh menteri.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Azwar Anas selesai bertemu Kepala Negara di Bina Graha Jakarta, Rabu kepada wartawan mengatakan, dalam sidang tersebut Presiden akan memberikan pengarahan dalam rangka menghadapi Pelita VI dan memasuki Pembangunan Jangka Panjang Tahap (PJPT) II.

Azwar Anas mengatakan kepada Presiden pada kesempatan itu dia melaporkan telah dilakukannya timbang terima dengan Menteri Perhubungan yang bam Haryanto Dhanutirto.

“Dalam acara timbang terima itu saya sampaikan seluruh dokumen. Sebab seperti saudara ketahui, Departemen Perhubungan setiap tahun membuat buku Citra dan Cita, semacam buku progres report , baik mengenai segi pemerintahan, pembangunan dan segi pengusahaan,” katanya .

Kemudian, lanjutnya, dilaporkan juga timbang terima selaku Menko Kesra dengan pendahulunya Soepardjo Roestam. Timbang terima itu dilakukan di Rumah Sakit MMC Kuningan, karena Soepardjo Roestam sedang sakit dan dirawat di rumah sakit tersebut. Acara ini dihadiri oleh sejumlah menteri.

Kepada Kepala Negara dilaporkan bahwa hari Selasa (30/3) telah berlangsung pertemuan Menko Kesra dengan para menteri di lingkungan Kesra untuk berhalal-bihalal dan bertukar pikiran.

“Seperti saudara ketahui bahwa Presiden telah menginstruksikan perlunya peningkatan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, ” katanya, sambil menambahkan bahwa, dalam pertemuan itu hadir para menteri yang berada di bawah koordinasi Menko Kesra, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Menteri Kependudukan, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Negara Sekretaris Kabinet.

Terakhir yang dilaporkan adalah hal-hal yang mendesak, yaitu penyiapan kongres internasional mengenai Human Reproduction di Bali tanggal 4 April, penyiapan pertemuan teknis kependudukan tanggal 7 Juni di Jakarta, penyiapan penyelenggaraan konferensi regional ESCAP tentang wanita dan pembangunan yang persiapannya harus diselenggar akan tahun 1993, persiapan ibadah haji, penyempumaan kelembagaan kantor Menpora, dan persiapan rapat koordinasi penanggulangan bencana, terutama bencana Flores.

Khusus mengenai penanggulangan bencana Flores Presiden minta untuk meminta pertanggungjawaban seluruh instansi yang turut menangani bencana ini, sehingga betul­ betul dapat dipertanggungjawabkan pelaksanaan bantuan itu. Ketika ditanya sampai sekarang berapa dana yang diterima dan disalurkan di Flores itu, Azwar Anas mengatakan, “Itulah yang mesti saya catat dulu. Sebab kan banyak toh. Ini yang kita lakukan, berapa jumlah, dari mana, berapa yang disalurin.”

Berbicara mengenai persiapan haji, Menko Kesra mengatakan, mudah-mudahan lancar. “Saudara kan ketahui jumlah hajinya sudah cukup jelas. Jadi jurnlah pesawatnya sudah bisa dihitung. Kedua, pesawat cadangan juga tidak akan diparkir di Jakarta, tetapi di Arab Saudi, ” katanya. “Memang itu rugi karena kalau disimpan di Indonesia, pesawatnya masih bisa dimanfaatkan. Terus kalau dapat, ONH plus ini jangan mengganggu daripada jadwal untuk ONH biasa.”(ASS/535)

Sumber : MERDEKA (01/04/1993)

________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 90-91.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.