PRESIDEN: PERTAHANKAN MOMENTUM KEBERHASILAN KIAS

PRESIDEN: PERTAHANKAN MOMENTUM KEBERHASILAN KIAS

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan momentum yang dihasilkan pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat (KIAS) harus dipertahankan karena orang-orang luar negeri semakin menyadari kemajemukan Bangsa Indonesia.

Masalah pameran KIAS itu dijelaskan Mendikbud Fuad Hassan kepada pers setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Senin tentang rencana keberangkatannya ke San Fransisco untuk membuka tahap terakhir pameran di negara adidaya itu.

Ia mengatakan keberhasilan pameran itu mendorong diperpanjangnya masa KIAS hingga bulan Januari tahun 1992. KIAS yang dibuka pada bulan September tahun 1990 seharusnya berakhir bulan ini.

Mendikbud mengatakan perluasan kegiatan Pameran KIAS ini tidak hanya berwujud perpanjangan waktu tetapi juga kota-kota yang menjadi tempat pameran serta kegiatan-kegiatannya.

Dicontohkan, orang AS mulai menyadari bahwa Indonesia bukannya hanya Bali. Selain itu mereka juga mulai tahu bahwa kebudayaan Indonesia tidak hanya berupa tarian tetapi juga seni memahat serta berbagai jenis kesenian lainnya.

Pemerintah Belanda telah menyampaikan keinginannya untuk menjadi tuan rumah pameran sejenis pada tahun 1992. Selain itu beberapa negara lainnya juga sudah menyatakan minat mereka untuk menyelenggarakan pameran seperti KIAS di negara mereka masing-masing.

Sementara itu, ketika dimintai komentarnya tentang pidato Presiden Soeharto pada upacara Maulid di Jakarta tanggal 20 September yang menyinggung masalah perkelahian pelajar, Fuad mengatakan para orang tua memang harus memberikan perhatian lebih besar kepada anaknya.

Fuad mengatakan kesibukan masyarakat perkotaan mengakibatkan banyak keluarga yang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk saling berkomunikasi di antara mereka.

Sekalipun menyadari adanya kesibukan itu, Fuad mengimbau para orangtua untuk tetap menyediakan waktu khusus bagi putra-putri mereka misalnya bercakap-cakap pada saat makan malam.

“Tidak ada alasan untuk tidak bertemu sekalipun semua orang sibuk,” kata Fuad.

 

 

Sumber : ANTARA (23/09/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 694-695.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.