PRESIDEN PERSINGKAT KUNJUNGAN KE MESIR

PRESIDEN PERSINGKAT KUNJUNGAN KE MESIR[1]

 

Kairo, Kompas

Presiden Soeharto, sekitar pukul 13.30 waktu setempat (17.30 WIB) hari Kamis (14/5), meninggalkan Hotel Sheraton, Heliopolis menuju Airport Kairo dalam perjalanan pulang menuju Indonesia. Presiden mempersingkat satu hari kunjungannya ke Mesir, yang semula dijadwalkan akan pulang Jumat (15/5), dipercepat menjadi Kamis (14/5). Dijadwalkan, Jumat dini hari ini Presiden tiba di Jakarta.

Presiden Hosni Mubarak mengantar langsung Presiden Soeharto dari Sheraton Heliopolis menuju Airport Kairo. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Josdar dan Musthafa Abd Bahman dari Kairo semalam.

Agenda acara kunjungan Presiden Soeharto di Kairo terpaksa diadakan perubahan Rencana akan pindah dari Hotel Sheraton Heliopolis ke Istana Koubbeh usai KIT G-15, dibatalkan. Presiden Hosni Mubarak yang semula akan menerima Presiden Soeharto di Istana Al-Ittihadiyah juga dibatalkan, dan diganti dengan kunjungan Presiden Mubarak kepada Presiden Soeharto di Hotel Sheraton Heliopolis.

Pembicaraan Presiden Hosni Mubarak dan Presiden Soeharto menyangkut hasil KTT G-15 dan hubungan bilateral Indonesia-Mesir. Presiden Soeharto sebelum meninggalkan Kairo, mengunjungi dan meletakkan karangan bunga di Tugu Prajurit Tak Dikenal dan mendiang presiden Anwar Sadat.

Blokir Hotel Sheraton

Aparat keamanan Mesir sejak pagi memblokir Hotel Sheraton Heliopolis. Para wartawan setempat dan wartawan asing yang memburu 7 delegasi Indonesia untuk meminta keterangan mengenai situasi dalam negeri Indonesia, tidak diizinkan masuk ke Hotel Sheraton Heliopolis.

Para wartawan asing terpaksa menunggu berjam-jam di pintu masuk hotel, dan sejumlah wartawan lagi menunggu Presiden Soeharto di Airport Kairo.

Sementara Mesir dan Indonesia Rabu malam waktu setempat menandatangani kesepakatan pajak berganda. Menlu Mesir Amr Mousa dan Menlu Ali Alatas menandatangani kesepakatan tersebut. Sebelum penandatanganan itu, Menlu Amr Mousa dan Menlu Alatas mengadakan pembicaraan membahas cara peningkatan kerja sama kedua negara. Menurut Menlu Mousa, walaupun Indonesia kini mengalami situasi sangat sulit, tetapi kerja sama akan bisa terus meningkat setelah berakhirnya krisis yang merupakan fenomena sementara.

Sumber : KOMPAS (15/05/1998)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 288-289.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.