PRESIDEN PERINTAHKAN HUKUM BERAT BAGI PELANGGAR2 NARKOTIK

PRESIDEN PERINTAHKAN HUKUM BERAT BAGI PELANGGAR2 NARKOTIK [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto sekali lagi memerintahkan untuk menindak tegas dan menghukum berat pelanggar2 di bidang narkotika termasuk pengedar dan morphinis.

Masalah narkotik dibahas dalam pertemuan antara Presiden Soeharto dengan Kepala Staf Kopkamtip Laksamana Sudomo, Ka Bakin Letjen Yoga Sugama, Ka Polri Letjen Pol. Widodo Budidarmo, Jaksa Agung Ali Said dan Menteri Penerangan Mashuri di Istana Merdeka Senin siang.

Presiden Soeharto dalam pertemuan itu juga memerintahkan untuk mengambil langkah2 lebih intensif terhadap kejahatan narkotika, sementara RUU Narkotika yang tengah disiapkan akan disampaikan kepada DPR untuk dibahas.

Menteri Penerangan Mashuri menyatakan, pejabat2 tersebut di atas hari Selasa jam 10.00 di Departemen Penerangan akan mengadakan jumpa pers mengenai masalah narkotika.

Menteri Penerangan menyatakan, sebagaimana juga penyelundupan, masalah kejahatan narkotika ada hubungannya dengan unsur2 subversif.

Masalah narkotika bukan hanya membahayakan generasi sekarang, tapi juga yang akan datang, demikian Menteri Penerangan Mashuri.

Dalam RUU Narkotika yang akan disampaikan kepada DPR itu akan merupakan sanksi hukum yang jauh lebih berat terhadap pelanggar2 narkotika dari UU yang ada sekarang ini.

Berdasarkan RUU yang tengah disiapkan itu kepada pelanggar2 kejahatan narkotika dapat dijatuhi hukuman seumur hidup. (DTS)

Sumber : ANTARA (07/06/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 162-163.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.