PRESIDEN: PERHATIKAN SUARA2 MASYARAKAT

PRESIDEN: PERHATIKAN SUARA2 MASYARAKAT [1]

 

Jakarta, Berita Buana

Presiden Soeharto menegaskan, bhw suara2 dikalangan masyarakat khususnya mahasiswa akhir2 ini sepenuhnya diperhatikan dan diteliti dengan seksama.

Kepala Negara menegaskan hal tersebut dalam pidato akhir tahun 1973 melalui RRI dan TVRI Senin malam ketika memberikan gambaran mengenai ekonomi Indonesia dalam tahun yang bam saja lewat.

Dikatakan, bahwa dia sudah meminta kepada semua menerimanya untuk menyaring suara2 itu.

“Tidak ayal lagi gagasan2 yang baik pasti diterima oleh pemerintah untuk membetulkan yang keliru dan menyempurnakan yang kurang”.

“Ini adalah pelaksanaan yg nyata dari pada komunikasi dua arah yang jujur dan terbuka, yang bebas tetapi tetap bertanggungjawab, seperti yang telah saya canangkan dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 1973 dan dalam bulan April tahun ini dalam kebijaksanaan yang saya gariskan bagi Kabinet Pembangunan II”, demikian Presiden.

Selanjutnya dikatakan, bahwa “saudara2 – atau lebih tepat saya sebut kritik2 tajam – se-tidak2nya mencerminkan, bahwa masyarakat tetap merasa mempunyai tanggungjawab terhadap masalah2 bersama yang dihadapi”.

“Ini sekaligus menunjukkan, bahwa demokrasi memang ada dan terus tumbuh di negeri ini”, kata Presiden.

Demokrasi adalah Tanggung Jawab

Akan tetapi, menurut Presiden, tanda2 demokrasi bukan hanya kritik2 belaka. “Demokrasi adalah tanggungjawab untuk ber-sama2 mengatur diri secara tertib, karena itu di dalam kritik terkandung keharusan untuk menunjukkan apa yang lebih baik”.

“Kritik”, demikian Kepala Negara, juga harus jelas apa tujuan dan sasarannya. Tanpa unsur2 itu kritik yang sehat tidak akan dapat kita kembangkan, dan demokrasi tidak akan mendapat tempat persemaian yang subur”.

“Dengan semangat dan dasar yang demikian itulah saya tanggapi suara2 dalam masyarakat akhir2 ini,” demikian Presiden Soeharto. (DTS)

SUMBER: BERITA BUANA (2/01/1974)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 393-394.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.