PRESIDEN : PERHATIKAN KONSUMEN RS/RSS

PRESIDEN : PERHATIKAN KONSUMEN RS/RSS[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menegaskan, semua pihak harus memperhatikan kepentingan konsumen rumah sederhana dan rumah sangat sederhana (RS/RSS) yang umumnya masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah.

Oleh karena itu Kepala Negara juga mendukung pencairan kembali dana KPR BTN mulai 8 September khusus untuk pembangunan RS/RSS, kata Menpera Akbar Tanjung setelah diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Akbar Tanjung menjelaskan, akibat gejolak meneter maka BTN seperti banyak bank lainnya membekukan untuk sementara kredit propertinya. Namun, dengan pertimbangan kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah maka BTN sejak 8 September mencairkan kembali KPR RS/RSS itu.

Namun, di sisi lain, Menpera mengharapkan agar pengembang juga melaksanakan komitmennya dalam pembangunan RS/RSS.

Menpera mengimbau pula dalam situasi seperti sekarang, pengembang hendaknya menahan diri dalam membangun rumah mewah, apartemen atau kondominium yang pangsanya masyarakat berpenghasilan tinggi.

Selain itu, Menpera kepada Kepala Negara melaporkan mengenai koordinasi antara Pemda dengan Pemerintah Pusat mengenai pemangkasan perizinan pembangunan perumahan seperti yang dilakukan Depdagri dengan surat edarannya.

Akbar mengakui, adanya kebijakan perizinan ini di satu sisi mengurangi PAD (pandapatan asli daerah).

Namun, di sisi lain, dengan adanya pemangkasan itu maka lebih banyak rumah yang dibangun, sehingga NJOP dalam PBB naik dan pendapatan daerah juga akan bertambah, katanya. Jadi, tidak benar PAD menurun karena pemangkasan itu, kata Menpera.

Akbar Tanjung kepada Presiden melaporkan pula mengenai berbagai kegiatan menyambut Hari Habitat Sedunia di Indonesia. Puncak Hari Habitat Sedunia itu diadakan pada 27 Oktober 1997 di Istana Negara yang menurut rencana dihadiri Presiden Soeharto.

Dalam rangkaian Hari Habitat Sedunia itu diadakan pula seminar dan pemberian penghargaan kepada kalangan pengusaha, pengamat dan cendekiawan yang terlibat dalam bidang perumahan dan pemukiman.

Pada 25 Oktober, Wapres Try Sutrisno secara simbolis akan meresmikan sejumlah 25 ribu rumah yang dibangun Perum Perumnas di Parung Panjang, Jabar.

Sumber : ANTARA (12/09/1997)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 440-441.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.