PRESIDEN PENYERAHAN PENGHARGAAN KB DI TMll

PRESIDEN PENYERAHAN PENGHARGAAN KB DI TMll

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengharapkan para peserta KB lestari dapat menjadi pelopor menuju terciptanya Keluarga Berencana yang mandiri.

Harapan Kepala Negara itu disampaikannya pada upacara penyerahan penghargaan dan penyematan lencana kepada para peserta Keluarga Berencana lestari di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Rabu.

“Saya serukan agar ibu-ibu dan bapak-bapak peserta Keluarga Berencana lestari membentuk dan membina kelompok -kelompok kecil yang secara bergotong-royong melestarikan Keluarga Berencana di lingkungan masing-masing,” kata Presiden.

Ia mengatakan, jika kelompok-kelompok kecil itu makin kuat kesadarannya mengenai pentingnya Keluarga Berencana, maka kelompok-kelompok ini pasti akan terus bertambah besar.

Dengan demikian, kata Presiden, pelaksanaan program Keluarga Berencana tidak lagi tergantung pada petugas-petugas Pemerintah saja, karena Keluarga Berencana telah dirasakan oleh setiap keluarga sebagai kebutuhan keluarga, dankarena Keluarga Berencana telah membudaya.

Dalam keadaan demikian Keluarga Berencana bukan lagi karena ajakan atau anjuran. Pemerintah, melainkan karena memang dirasakan sebagai kebutuhan masyarakat sendiri.

Ada atau tidak ada penerangan dan pelayanan Keluarga Berencana dari Pemerintah, masyarakat akan tetap melaksanakan Keluarga Berencana demi kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan keluarganya sendiri, demikian Presiden Soeharto.

Pada upacara penyerahan piagam penghargaan KB lestari yang dihadiri pula oleh Ibu Tien Soeharto dan Ibu Umar Wiradakusumah itu, Ketua BKKBN Dr. Haryono Suyono mengatakan dalam laporannya bahwa pemberian penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya sejak 1982.

Tahun 1982 diberikan penghargaan kepada 476 peserta KB lestari 16 tahun dan 100.328 peserta KB 10 tahun. Pada tahun 1984 diberikan penghargaan kepada 3.628 peserta KB lestari 16 tahun dan 258.000 peserta KB 10 tahun.

Untuk tahun 1987 ini diberikan penghargaan kepada 19.780 peserta KB lestari 16 tahun dan 365.770 peserta KB lestari 10 tahun.

Dalam empat tahun terakhir ini, kata Ketua BKKBN, berhasil dibina sekitar tiga juta pasangan usia subur yang ikut program KB.

Pemberian penghargaaan oleh Pemerintah ini mempunyai dampak-dampak positif bagi masyarakat untuk ikut ber-KB, demikian Haryono Suyono.

Sumber: ANTARA (28/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 690

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.