PRESIDEN : PENGUSAHA JANGAN CEPAT-CEPAT MAU BESAR

PRESIDEN : PENGUSAHA JANGAN CEPAT-CEPAT MAU BESAR[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan, para pengusaha muda jangan mempunyai sikap untuk langsung memiliki usaha yang besar atau pun bisa memperoleh untung banyak melalui kegiatan bisnisnya.

“Kepala Negara minta para pengusaha muda untuk jangan bersikap mau cepat besar, karena semua usaha pasti ada tahapannya.” kata Wakil Ketua Umum Hipmi Reza Kamarullah kepada pers di Bina Graha, Senin.

Setelah bersama Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Bambang Atmanto Wiyogo menemui Kepala Negara untuk melaporkan kegiatan wadah pengusaha muda ini, Reza yang mengutip pernyataan Presiden mengatakan, para pengusaha muda perlu bersikap sabar dalam berbisnis.

Sementara itu, Bambang mengatakan, para pengusaha muda diminta Kepala Negara untuk tidak menggantungkan diri lagi pada proyek-proyek yang dibiayai pemerintah. Alasan Presiden adalah peranan pemerintah akan terns dikurangi.

Harapan ini disampaikan Kepala Negara karena dari investasi selama Repelita VI yang diharapkan mencapai Rp 700 triliun maka yang berasal dari sektor APBN hanya sekitar 30 persen.

“Investasi swasta diharapkan akan mencapai 65 hingga 70 persen dari jumlah investasi itu.” kata Bambang, putra mantan Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto.

Karena itulah, katanya, para pengusaha muda anggota Hipmi agar menjalin kerjasama dengan para pengusaha besar, sehingga bisa ikut menggarap berbagai proyek besar dan kegiatan bisnis.

Ia kemudian mencontohkan kerjasama anggota Hipmi dengan Me Donald ‘s Indonesia, PT (Persero) Jasa Rahardja Putera serta PT. Great River Indonesia.

Melalui kerja sama dengan Me Donald itu, maka pengusaha muda di Bali mendapat kesempatan untuk memasok ayam yang akan dimasak pada restoran perusahaan tersebut.

Ketika mengomentari kerjasama pengusaha muda dengan pengusaha besar, Presiden mengatakan, pengusaha muda tidak perlu ragu-ragu bekerjasama dengan pengusaha besar baik pribumi maupun non pribumi.

Wakil Ketua Umum Ketut Suardhana Linggih ketika mengutip ueapan Kepala Negara mengenai kerjasama itu menyebutkan, yang perlu diserap pengusaha muda dari konglomerat adalah kemampuan manajemen mereka.

Kepala Negara kemudian menunjuk pada pengusaha nasional Sudwikatmono serta Ibrahim Risjad, para pengusaha ini dikenal luas telah bertahun-tahun bekerjasama dengan Liem Sioe  Liong.

Sumber : ANTARA (25/03/1996)

___________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 290-291.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.