PRESIDEN: PENGGUNAAN BATUBARA SANGAT MENGUNTUNGKAN

PRESIDEN: PENGGUNAAN BATUBARA SANGAT MENGUNTUNGKAN

 

Bukit Asam, Sumsel, Antara

Penggunaan batubara sebagai sumber energi tetap sangat menguntungkan, karena memungkinkan Indonesia menganekaragamkan sumber energinya dan juga karena bisa memanfaatkan cadangan batubara yang selama ini belum digali secara besar­ besaran.

Presiden Soeharto menjelaskan manfaat batubara sebagai sumber energi itu ketika meresmikan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bukit Asam, di Tanjung Enim Sumatera Selatan Selasa pagi.

“Dengan demikian kita tidak akan terlalu bergantung pada minyak dan gas bumi sebagai sumber energi,” kata Kepala Negara kepada para hadirin. Batubara, katanya, memang merupakan salah satu sumber energi yang telah lama digunakan.

PLTU ini dibangun di dekat penambangan batubara Bukit Asam ini sehingga tidak memerlukan biaya angkutan untuk memasoknya. Kapasitas PLTU ini adalah 2 X 65 W.

PT (Persero) Bukit Asam tiap tahun akan memasok dua juta ton batubara bagi PLN yang 400.000 ton diantaranya disediakan untuk PLTU Bukit Asam dan sisanya untuk Suralaya.

Presiden menjelaskan, setelah dikenalnya minyak dan gas bumi sebagai sumber energi, maka penggunaan batubara makin lama terus berkurang.

Namun karena terbatasnya cadangan migas yang ada, serta adanya faktor-faktor gejolak harga dan melonjaknya tingkat konsumsi maka batubara mulai dipakai lagi sebagai sumber energi.

Manfaat lain yang bisa dipetik dengan memanfaatkan, batubara adalah Indonesia bisa berusaha membatasi penggunaan migas yang mahal untuk membangkitkan tenaga listrik. Dengan ditekannyaharga jual tenaga listrik maka diharapkan semakin banyak rakyat yang bisa menikmati listrik.

 

Era Batubara

Ketika menyinggung pembangunan PLTU Bukti Asam tersebut, Kepala Negara mengatakan Indonesia telah memiliki dua pusat pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara, yang pertama adalah PLTU Suralaya di Jawa Barat.

“Ini menandakan bangsa kita telah mulai memasuki era pemasokan batubara secara besar-besaran untuk menghasilkan tenaga listrik,” kata Presiden.

Pembangunan PLTU ini merupakan salah satu perwujudan pembangunan lahiriah kebendaan, karena pembangunan yang dilakukan bangsa Indonesia ada dua jenis yaitu pembangunan lahiriah kebendaan dan batiniah kerohanian.

Presiden mengingatkan bahwa kedua segi pembangunan itu harus dilakukan dan ditingkatkan secara seimbang. Jika kemajuan yang satu tidak diiringi kemajuan oleh yang lainnya, maka pembangunan Indonesia akan berjalan timpang.

“Kita bertekad untuk melanjutkan pembangunan walaupun dewasa ini kita sedang berhadapan dengan ujian, cobaan, dan tantangan yang tidak ringan, katanya.

Dalam sambutannya, Presiden mengatak:an dengan selesainya PLTU Bukit Asam ini maka daya terpasang listrik untuk wilayah Sumatera Selatan bertambah sekitar 60 persen. Diharapkannya, bertambah besarnya kapasitas penyediaan tenaga listrik ini akan meningkatkan keandalan dan efesiensi serta menekan biaya produksi.

 

 

Sumber : ANTARA (09/02/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 540-542.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.