PRESIDEN: PENDERITA JANTUNG BERTAMBAH AKIBAT PEMBANGUNAN

PRESIDEN: PENDERITA JANTUNG BERTAMBAH AKIBAT PEMBANGUNAN

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta anggota Yayasan Jantung Indonesia (YJI) agar meningkatkan penyuluhan mengenai penyakit jantung dan pembuluh darah, karena proses pembangunan mengakibatkan bertambahnya jumlah penderita penyakit ini.

Kepala Negara mengemukakan masalah penyakit jantun g dan pembuluh darah ketika menerima peserta rakemas Yayasan Jantung Indonesia di Istana Negara, Rabu. Presiden didampingi Ibu Tien Soeharto dan Mensas Haryati Subadio.

Presiden mengatakan pembangunan yang merupakan proses perubahan rakyat menuju kemajuan di satu pihak membawa hasil-hasil positif bagi rnasyarakat. Namun di lain pihak, pernbangunan juga menghasilkan ekses yang bersifat negatif.

“Di tahun-tahun mendatang, para ahli memperkirakan penyakit jantung dan pembuluh darah akan terus rneningkat. Sebabnya ialah karena di tahun-tahun rnendatang, pernbangunan nasional kita akan rnernasuki tahap yang lebih rnaju lagi,” kata Presiden.

Salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita penyakit jantung adalah munculnya masalah-masalah kemasyarakatan akibat kemajuan pembangunan.

“Hasil survei Departernen Kesehatan menunjukkan penyakit jantung dan pembuluh darah menduduki urutan ketiga sebagai penyebab kematian di tengah-tengah rnasyarakat. Bahkan untuk usia di atas 45 tahun, penyakit ini menduduki urutan pertarna,” kata Kepala Negara.

Ketika menyinggung upaya yang telah ditempuh pemerintah selama ini untuk mengurangi bertambahnya jumlah penderita penyakit jantung, Presiden mengemukakan Departernen Kesehatan telah mengarnbil berbagai langkah seperti menambah peralatan dan obat-obatan.

“Namun upaya-upaya tadi perlu diikuti dengan upaya pencegahan oleh masyarakat sendiri,” kata Presiden. Karena itu,YJI bisa memperluas kegiatannya misalnya bekerja sama dengan anggota Gerakan PKK.

Kemudian Kepala Negara yang didampingi Ibu Tien dan Mensos beramah tamah dengan para pengurus YJl yang datang dari seluruh tanah air.

 

 

Sumber : ANTARA (13/11/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 605-606.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.