PRESIDEN : PEMIMPIN HARUS BERPIKIR JERNIH DAN BERHATI  BERSIH Orang Kaya Belum Tentu Hidup Sejahtera

PRESIDEN : PEMIMPIN HARUS BERPIKIR JERNIH DAN BERHATI  BERSIH

Orang Kaya Belum Tentu Hidup Sejahtera[1]

 

Kendari, Suara Karya

Presiden Soeharto mengemukakan, masyarakat adil makmur yang dituju oleh bangsa Indonesia tidak harus menjadikan seluruh rakyat kaya raya seperti konglomerat. Definisi rakyat adil makmur itu adalah kehidupan rakyat yang tenteram dan merata di seluruh daerah.

Gambaran masyarakat adil makmur tersebut dikemukakan Kepala Negara ketika melakukan temu wicara dengan wakil golongan masyarakat dalam satu acara di Desa Duriaasi, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (11/3). Presiden berada di Sultra untuk melaksanakan pencanangan Bulan Bakti Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), Lembaga Musyawarah Desa (LMD) tingkat Nasional, dan peresmian proyek-proyek pembangunan daerah di Provinsi Sultra.

Dari tempat peresmian di Stadion Bangga Suka Desa, Desa Duriaasi, Kepala Negara menguraikan bahwa kemakmuran yang dituju bangsa Indonesia itu adalah hidup sejahtera.

“Orang yang kaya belum tentu hidupnya sejahtera.” ujar Presiden.

Presiden mengatakan, program IDT (Inpres Desa Tertinggal) untuk desa-desa tertinggal dan program Takesra dan Kukesra bagi masyarakat miskin di luar wilayah IDT merupakan upaya pemerintah untuk mengangkat kehidupan masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Namun diingatkan, masyarakat miskin yang sekarang disebut sebagai masyarakat prasejahtera jangan berpikiran kelak menjadi kaya raya.

Kepada ribuan warga Desa Duriaasi, Kecamatan Pondidah Kendari, Kepala Negara menyebutkan penduduk miskin di Tanah Air ada yang dibantu melalui program IDT. Namun, ternyata di daerah non-penerima IDT juga terdapat penduduk miskin.

“Untuk membantu keluarga-keluarga tadi, dengan bergotong-royong kita mengadakan Gerakan Keluarga Sadar Menabung. Melalui gerakan ini, saudara kita yang masih hidup dalam suasana Prasejahtera dan Sejahtera I, dibantu dan didorong untuk menabung melalui Tabungan Keluarga Sejahtera.” kata Kepala Negara.

Diingatkan, Takesra akan berjalan baik dan berkembang jika disertai semangat pengabdian yang tinggi dari aparat pelaksana dan disiplin tinggi para pesertanya, karena itulah, pelaksanaan Takesra dijadikan sebuah gerakan yang memerlukan disiplin.

“Disiplin merupakan syarat mutlak dalam mencapai kemajuan. Disiplin harus kita timbulkan dari cita-cita moral rakyat kita yang luhur. Kita harus menghargai hak setiap orang yang hidup dalam kebersamaan dan memenuhi kewajiban-kewajiban kita terhadap sesama warga masyarakat.” kata Presiden.

Makan Di Sekolah

Menghadapi pelaksanaan pemberian makan kepada murid-murid sekolah sebanyak 3 kali seminggu Presiden mengingatkan, bahan-bahan untuk itu harus dari desa setempat. Pengadaannya harus dilakukan melalui kerja sama antara kepala sekolah dengan PKK.

Melalui pemberian makan kepada murid-murid sekolah yang nilainya per anak setiap kali makan Rp.350, Presiden membayangkan jumlah uang yang masuk ke desa­-desa bakal cukup besar. Pertambahan peredaran uang tersebut diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menteri Dalam Negeri, Yogie SM menambahkan, pada tahun anggaran 1996/ 1997 akan dilaksanakan pemberian makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) kepada kurang lebih 17.000 SD di luar Jawa dan Bali, baik negeri maupun swasta, termasuk Madrasah Ibtidaiyah di sekitar 13.000 desa IDT.

LKMD

Presiden dalam sambutannya mengemukakan, pemerintah harus mendorong LKMD dan LMD agar benar-benar menjadi lembaga desa yang efektif. Kedua lembaga desa ini harus menjalin kerja sama yang baik dalam menggali dan mendayagunakan seluruh potensi masyarakat desa.

Sumber : SUARA KARYA (12/03/1996)

_____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 191-193.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.