PRESIDEN : PEMERINTAH MENGUSAHAKAN KESEIMBANGAN PERTUMBUHAN ANTAR DAERAH

PRESIDEN : PEMERINTAH MENGUSAHAKAN KESEIMBANGAN PERTUMBUHAN ANTAR DAERAH [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan, Pemerintah menyadari bahwa masyarakat cenderung datang dan melakukan kegiatan2 di daerah2 yang tinggi tingkat kemudahannya dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan.

Ketika meresmikan penggunaan jalan negara Balikpapan – Samarinda (115 Km) hari Rabu di Kalimantan Timur, Presiden mengemukakan kecenderungan masyarakat ini akan dapat mengakibatkan daerah yang tingkat kemudahannya telah tinggi akan berkembang jauh lebih cepat dari daerah yang tingkat kemudahannya lebih rendah.

Dengan kata lain, yang maju akan makin maju lebih cepat, sedangkan yang terbelakang akan makin terbelakang. Kecenderungan masyarakat ini tidak dapat dibendung begitu saja. Karena itu, kata Presiden, usaha Pemerintah adalah mengusahakan keseimbangan pertumbuhan antar daerah.

Pemerintah menyadari bahwa usaha ini sama sekali tidak mudah, lebih2 karena biaya yang harus dikerahkan bukan sedikit. Namun, demikian Presiden,

“apabila kita menginginkan kemajuan, kesejahteraan dan pemerataan maka pilihan lain tidak ada.”

Pembuatan jalan ini adalah dalam rangka usaha pemerataan tersebut. Namun harus tetap disadari bahwa usaha pemerataan pembangunan akan memakan waktu lama, mungkin beberapa dasawarsa.

Arti Penting Bagi Daerah

Dengan selesainya pembuatan jalan ini mempunyai arti yang sangat penting untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

Kota Balikpapan dan Samarinda merupakan pusat 2 distribusi jasa terbesar yang menggerakkan roda perekonomian di daerah ini. Dengan terbukanya jalan ini maka makin luas – wilayah jangkauan hubungan antara daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Hal ini membuka kesempatan untuk meningkatkan perdagangan antara kedua daerah. Juga masyarakat setempat dan masyarakat pendatang akan dapat meningkatkan kegiatan usahanya lebih teratur dan terarah.

“Ini berarti menyongsong datangnya masa depan yang lebih cerah,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, jalan baru iniakan memperlancar penyebaran berbagai jenis kebutuhan lain untuk memajukan daerah ini. Disebutnya bahwa lada yang mempunyai pasaran baik dapat tumbuh subur di daerah ini, juga jenis2 tanaman lain perlu dikembangkan di sini.

Khusus mengenai penggunaan jalan ini, Presiden menegaskan bahwa – jalan umum tidak boleh digunakan untuk pengangkutan kayu berupa log.

“Sebab, selain merusakkan jalan karena angkutan tadi terlalu berat, maka hal itu juga akan mengganggu keselamatan umum.”

Menurut Presiden, pembangunan jalan di daerah ini masih akan tetap dilanjutkan dengan tujuan agar daerah ini makin dapat lebih berkembang. Penelitian2 kearah itu sedang dilakukan. Pemerintah Pusat juga membantu langsung Pemerintah daerah dalam membuat jalan2 tembus.

Presiden menyampaikan terima kasih kepada pihak2 yang terlibat dalam pembangunan jalan ini antara lain kepada Pemerintah Uni Sovyet dan Pemerintah Jepang. Secara khusus Presiden menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada putra2 Indonesia yang telah membaktikan kemampuan teknis mereka dalam menyelesaikan jalan ini.

“Tidak sedikit di antara mereka dengan hati tabah tinggal dan bekerja di hutan2 belantara di sini tidak kurang dari 17 tahun. Kemampuan tehnik dan ketabahan itu merupakan kunci2 penting bagi berhasilnya pembangunan yang masih harus kita lakukan dalam tahun2 yang akan datang,” demikian Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto selesai meresmikan penggunaan jalan negara Balikpapan ­ Samarinda kemudian meneruskan perjalan Manado untuk membuka MTQ tingkat nasional yang ke – X di ibukota propinsi Sulut itu. (DTS)

Sumber : ANTARA (20/07/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 356-357.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.