PRESIDEN : PEMDA DATI II JANGAN BURU-BURU IZINKAN WARALABA

PRESIDEN : PEMDA DATI II JANGAN BURU-BURU IZINKAN WARALABA[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta para walikota dan bupati untuk tidak buru-buru mengizinkan usaha penjualan makanan khas luar negeri dengan sistem waralaba atau franchise.

“Presiden minta Departemen Dalam Negeri khususnya bupati dan walikota agar jangan buru-buru mengizinkan waralaba.” kata Menteri Negara Urusan Pangan, Ibrahim Hassan kepada pers setelah menemui Presiden di Bina Graha, Kamis.

Ibrahim mengatakan dahulu Ibu Tien Soeharto pernah mengatakan jika penjualan makanan ala luar negeri itu dibiarkan merajalela di seluruh tanah air, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa pengimpor selera asing.

Untuk menghindari semakin banyaknya usaha penjualan makanan asing dengan sistem waralaba,  Ibrahim  Hasan  yang  mantan  Gubernur  Aceh  itu  kemudian memperlihatkan hasil penelitian Departemen Parpostel.

Penelitian itu menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Indonesia berasal dari Asia sendiri. Sebanyak 30 hingga 40 persen dari pengeluaran mereka dihabiskan untuk membeli makanan dan bukan untuk mencari tempat penginapan.

Karena itulah, menurut Ibrahim, penjualan makanan khas Indonesia justru harus ditingkatkan terutama melalui program “Aku Cinta Makanan Indonesia”.

Kepada Kepala Negara, juga dilaporkan perkembangan pembahasan RUU Pangan antara pemerintah dengan DPR.

Meneg Urusan Pangan mengharapkan pada tanggal 14 Oktober, DPR sudah menyetujui RUU itu untuk disahkan sebagai UU oleh Kepala Negara.

Di tempat yang sama, Presiden juga menerima Gubernur Sulawesi Utara EE Mangindaan yang melaporkan kesiapan pemda dan masyarakat Sulut untuk menyambut Kepala Negara ke daerah itu guna meresmikan berbagai proyek.

Mangindaan mengatakan, sekalipun Presiden menyetujui permintaan untuk meresmikan berbagai proyek seperti tambang emas dan laboratorium milik Universitas Sam Ratulangi, namun waktunya belum ditetapkan karena sangat padatnya acara-acara kenegaraan.

Presiden juga menerima Gubernur Sulawesi Tengah Paliuju yang mendampingi Ketua Yayasan pendidikan Al-Khairaat Fadel Muhammad yang melaporkan kegiatan pendidikan yayasan itu.

Sumber : ANTARA (10/10/1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 443-444.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.