PRESIDEN : PEMBANGUNAN TERGANGGU AKIBAT GEJOLAK MONETER

PRESIDEN : PEMBANGUNAN TERGANGGU AKIBAT GEJOLAK MONETER[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan, kelancaran pembangunan di Indonesia akhir­ akhir ini mengalami gangguan akibat gejolak moneter yang juga melanda kawasan Asia Tenggara lain serta kebakaran.

“Kami berdaya upaya sekuat tenaga untuk mengatasi gangguan yang datang bertubi-tubi itu.” kata Presiden di Istana Negara, Kamis malam.

Pada acara jamuan kenegaraan untuk menghormati Yang Dipertuan Agung Malaysia Tuanku Ja’afar yang tiba di Jakarta, Kamis siang, bersama Permaisuri Tuanku Najihah, oleh Kepala Negara dikemukakan bahwa pembangunan juga terganggu akibat terjadinya bencana alam di berbagai daerah.

“Kami menyadari bahwa segala beban dan tanggungjawab pembangunan berada di pundak bangsa itu sendiri. Tapi pengalaman juga menunjukkan, besarnya manfaat kerja sama den gan bangsa lain.” kata Presiden.

Kepala Negara yang didampingi Wakil Presiden Try Sutrisno dan Ibu Tuti Sutrisno serta Mensesneg Moerdiono menyebutkan, melalui kerja sama dengan berbagai bangsa itu, maka laju pembangunan di Indonesia bisa dipercepat.

“Karena itu, kami senantiasa berusaha meningkatkan kerja sama dengan bangsa­bangsa lain.” kata Kepala Negara kepada tamunya yang mengadakan kunjungan kenegaraan hingga 14 Oktober.

Kepada tamunya yang akan menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Hukum dari Universitas Dipongoro (Undip) pada Sabtu (11/10) di Semarang, Kepala Negara menyampaikan penghargaannya.

“Penganugerahan gelar initidak terlepas dari peranan Seri Paduka Baginda dalam mengantarkan bangsa Malaysia untuk mencapai tingkat kemajuan dan kesejaht eraan seperti sekarang.” demikian pujian Presiden kepada yang Dipertuan Agung, yang memang merupakan seorang ahli hukum itu.

Sementara itu, ketika berbicara tentang wadah ASEAN-tempat Indonesia dan Malaysia bergabung, Kepala Negara menyampaikan rasa puasnya karena wadah ini terus bertambah anggotanya.

“Indonesia memandang ASEAN sebagai salah satu pilar bagi pelaksanaan politik luar negerinya. Kami berbesar hati bahwa ASEAN juga menduduki tempat yang penting dalam kebijakan politik luar negeri Malaysia.” kata Presiden.

Pada Jumat pagi (10/10) kedua kepala negara ini akan mengadakan pembicaraan empat mata di Istana Merdeka dan kemudian bershalat Jumat di Mesjid Baiturrahim, Kompleks Istana Merdeka.

Tuanku Ja’afar pada Sabtu pagi akan berziarah ke makam alm Ibu Tien di Solo, kemudian ke Surabaya dan Semarang serta menginap dua malam di Bali sebelum kembali ke Tanah Airnya. Sementara itu dalam sambutannya Yang Dipertuan Agung mengatakan, sekalipun kedua negara telah bekerja sama erat dalam berbagai bidang, hubungan itu masih perlu ditingkatkan.

“Kita juga perlu terus bekerja sama dengan usaha-usaha yang dilaksanakan oleh masyarakat antar bangsa untuk mencari jalan penyelesaian ke atas isu-isu seperti Palestina dan Bosnia Herzegovina.” kata Presiden.

Sementara itu, khusus mengenai kerja sama diantara ASEAN, tamu negara itu menyambut gembira kerja sama subregional seperti Indonesia–Malaysia–Thailand serta Brunei–Indonesia–Malaysia–Pilipina.

Acara jamuan itu dihadiri pula Ketua MPR/PR Harmoko, Ketua DPA Sudomo, Ketua MA Sarwata, serta beberapa Wakil Ketua MPR/DPR yaitu Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid serta Abdul Gafur.

Sumber : ANTARA (09/10/1997)

_____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 445-446.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.