PRESIDEN: PEMBANGUNAN ADALAH PERJUANGAN YANG TAK KENAL BERHENTI

PRESIDEN: PEMBANGUNAN ADALAH PERJUANGAN YANG TAK KENAL BERHENTI

Presiden Soeharto menegaskan, pembangunan merupakan perjuangan dan bangsa yang berjuang tidak kenai berhenti.

Presiden menegaskan, hal itu Senin dalam amanat tertulis yang dibacakan Menteri Polkam M. Panggabean pada upacara penganugerahan "Parasamya Pumakarya Nugraha" kepada daerah tk. II Tebing Tinggi Deli, Sumut.

"Ketika masih harus berjalan jauh sebelum kita tiba pada wujud masyarakat yang kita cita-citakan yakni masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila", kata Presiden.

Dihadapan khalayak ramai yang membanjiri Lapangan Merdeka, Tebing Tinggi Deli, Presiden menyerukan segenap lapisan masyarakat untuk terus bekerja keras guna meningkatkan kemajuan yang telah dicapai.

Menurut Presiden, bagi masyarakat yang sedang membangun sama sekali tidak ada tempat bagi puas, karena hal itu akan menjadi pangkal kemandegan dan awal kemunduran.

"Tebing Tinggi harus terus maju untukmengejar prestasi yang lebih baik," katanya.

Berlangsung Meriah

Di dahului dengan inspeksi pasukan, Menteri Panggabean dengan khidmad menyerahkan anugrah Presiden kepada Walikota Tebing Tinggi Deli, Drs. Ammiruddin Lubis, yang kemudian diikuti sirine, pelepasan balon2 dan merpati ke udara yang memeriahkan suasana upacara.

Berpenduduk 80,657 jiwa yang terbagi dalam tiga kecamatan dengan luas areal 2931,5 ha, Tebing Tinggi Deli merupakan satu2nya daerah tingkat II di Sumut yang memperoleh anugerah tersebut.

Anekaragam kesenian daerah menyambut kedatangan Menteri Panggabean, dan serangkaian atraksi kesenian berupa tari2an massal dan pertunjukan lainnya memerilahkan Lapangan Merdeka di tengah2 terik matahari yang menyengat bumi.

Upacara penganugerahan berakhir setelah defile pasukan, para pelajar, hansip dan unsur2 masyarakat lainnya. (DTS)

Medan, Antara

Sumber: ANTARA (18/09/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 329-330.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.