PRESIDEN: PEJABAT AGAR WASPADA TERHADAP TIGA GODAAN

PRESIDEN: PEJABAT AGAR WASPADA TERHADAP TIGA GODAAN

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Senin mengingatkan kepada para pejabat untuk pandai­pandai mengendalikan diri agar tidak terpengaruh oleh tiga godaan yang dapat menjerumuskan mereka.

Ketika memberikan petunjuk kepada gubernur baru Bengkulu, Razie Jachya, di kediaman Jl. Cendana, Jakarta, Senin, Presiden menjelaskan bahwa ketiga godaan itu menyangkut ambisi mengejar derajat atau kepangkatan, harta, dan wanita, yang dalam falsafah Jawa disebut “derajat”, “semat” dan “wanita”.

Sehubungan godaan pertama, Presiden Soeharto mengatakan bahwa setiap pejabat harus mampu mengendalikan diri agar jangan sampai mengikuti ambisi terlalu besar untuk menduduki jabatan tertentu dengan “main sikut sana-sini” atau dengan menghalalkan segala cara.

“Jangan punya pikiran mumpung menjadi pejabat lantas mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk tujuh turunan, umpamanya,” katanya tentang godaan kedua seperti dikutip mantan gubernur Bengkulu Soeprapto yang mendampingi Razie Jachya.

Menurut Presiden, jika orang biasa terpengaruh oleh godaan-godaan itu, dampaknya tidak seperti jika pejabat yang terpengaruh. Oleh karena itu, setiap pejabat harus benar-benar mampu mengendalikan dirinya, tandasnya.

 

Jangan Terburu-buru

Pada bagian lain petunjuknya, Kepala Negara minta kepada gubernur baru Bengkulu untuk menjalankan program pembangunan di daerahnya tanpa terburu-buru. “Jangan sampai kebat keliwat atau ingin cepat-cepat, namun hasilnya malah ngawur,” katanya sebagaimana diulangi oleh Soeprapto.

Kepala Negara juga berpesan supaya Razie Jachya meneruskan keberhasilan yang dicapai Gubernur Bengkulu sebelumnya, tidak perlu merombak yang sudah ada sekarang.

Ia menilai, sudah banyak keberhasilan pembangunan Bengkulu selama kepemimpinan Soeprapto, namun ia juga mengingatkan bahwa semua keberhasilan tersebut belum tuntas.

Razie Jachya dilantik sebagai Gubernur Bengkulu 17 Juli lalu menggantikan Soeprapto yang telah memegang jabatan tersebut 10 tahun.

Atas pertanyaan wartawan, Razie Jachya mengatakan bahwa prioritas program kerjanya adalah melanjutkan keberhasilan yang dicapai pendahulunya.

“Saya tahu benar, memang banyak sekali keberhasilan itu,” katanya.

 

 

Sumber : ANTARA(07/08/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 278-279.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.