PRESIDEN PANGGIL TIGA MENTERI

PRESIDEN PANGGIL TIGA MENTERI[1]

 

Jakarta, Republika

Di sela-sela waktu istirahatnya, kemarin, Presiden Soeharto memanggil Mensesneg Moerdiono, Mentan Sjarifuddin Baharsjah, dan Memperindag Tunky Ariwibowo. Bersama tiga menteri itu, Presiden, membahas soal angka inflasi November lalu yang cukup tinggi.

“Kami tadi bertiga diminta datang oleh Presiden dan beliau menaruh perhatian yang besar sekali terhadap masalah inflasi yang November lalu ternyata cukup tinggi.” kata Mensesneg Moerdiono pada wartawan di kediaman Pak Harto di jalan Cendana.

Lebih khusus lagi, sambung Moerdiono, Presiden menaruh perhatian pada masalah-masalah penyediaan pangan khususnya beras dan minyak goreng supaya tersedia dalam jumlah cukup dan harga sewajarnya. Dan Presiden, kata dia, telah memberi petunjuk lebih kongkret pada Menperindag dan Mentan.

Menurut Tunky, dalam pertemuan itu telah dibahas langkah-langkah penting dilakukan untuk menahan harga, yaitu dengan membanjiri pasar.

“Sehingga suplai banyak dan harganya dapat terkendali ini tentu bekerja sama dengan Bulog dan unsur lain yang terkait”.

Lebih jauh dia menjelaskan, pada November lalu, inflasi telah mencapai 1,65 persen sehingga pada periode Januari sampai November kumulasi inflasi sudah mencapai 9,01 persen. Menurutnya, unsur penyumbang terbesar inflasi adalah bahan makanan. November kemarin makanan menyumbang 78,8 persen dengan kenaikan 3,66 persen indeks paling tinggi selama 10 tahun terakhir. Beras sendiri menyumbang 33,3 persen.

Menyinggung minyak goreng, Tunky menjelaskan, beberapa waktu lalu pemerintah sudah memutuskan pemberlakuan kebijaksanaan kuota terhadap ekspor minyak goreng. Sebagaimana diketahui, pajak ekspor CPO telah diturunkan Juli lalu dari II persen menjadi dua persen.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong ekspor. Namun, kata Tunky, naiknya nilai dolar yang luar biasa membuat permintaan ekspor sangat besar, akibatnya suplai minyak goreng didalam negeri menjadi berkurang karena ini dilakukan langkah-langkah penetapan kuota.

Kebijakan penetapan kuota ini, jelasnya, ternyata membawa basil. Menurut Tunky, kalau pada Oktober harga eceran minyak goreng dari kelapa sawit kira-kira Rp 2.700/kg kini sudah turun jadi Rp 2.100-Rp 2.200 per kg.

Di sisi lain, untuk mengendalikan harga, tiga perempat produksi CPO maupun Olein bulanan, dicadangkan untukkonsumsi dalam negeri.

“Jadi hanya 25 persen saja yang boleh diekspor, yang 75 persen untuk konsumsi pasaran dalam negeri.” paparnya.

Pada kesempatan sama, Mentan Sjarifuddin Baharsjah menjelaskan, persediaan beras saat ini aman. Dan inspeksi mendadak Presiden belum lama ini, kata dia, menunjukkan bahwa beras pada Bulog pun masih ada.

Tingkat inflasi sendiri dicoba pertahankan tidak sampai menembus dua digit Ketika soal ini ditanyakan wartawan, Moerdiono menjawab :

“Kami akan usahakan supaya inflasi tetap dalam keadaan yang tidak mengganggu jalannya pembangunan”.

Sumber : REPUBLIKA (11/12/1997)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 455-456.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.