PRESIDEN PANGGIL SEMBILAN MENTERI

PRESIDEN PANGGIL SEMBILAN MENTERI[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto Rabu (18/2) siang, meminta kehadiran sembilan menteri dan Kepala Bulog Beddu Amang di kediaman Jalan Cendana, Jakarta. Namun, tidak ada satu pihak pun yang bersedia memberi penjelasan resmi tentang pertemuan yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga sekitar pukul 12.00 WIB tersebut.

Kesembilan menteri yang dipanggil adalah, Menko Prodis Hartarto, Menko Kesra Azwar Anas, Mensesneg Moerdiono, Mendikbud Wardiman Djojonegoro, Menaker Abdul Lattief, Menperindag Tunky Ariwibowo, Menpan TB Silalahi, Menkeh Oetojo Oesman, serta Menkeu Mar’ie Muhammad.

“Saya ditunggu di Wapres.” begitu rata-rata jawaban yang diberikan para menteri, saat keluar dari ruang pertemuan dengan Kepala Negara.

Usai bertemu Presiden, para menteri lalu menghadiri Rapat Lengkap bidang Pengawasan Tahun 1997/1998 yang dipimpin Wapres Try Sutrisno di Istana Merdeka Selatan, Jakarta.

Beberapa saat kemudian, Menristek BJ Habibie juga tiba di Jalan Cendana, dan bertemu Presiden Soeharto di luar jadwal. Usai meminta kehadiran kesembilan menteri, Presiden Soeharto menerima kunjungan Menteri Keuangan Theo Waigel, tetap di kediaman Jalan Cendana, selama sekitar satu jam.

Waigel berkunjung ke Jakarta, melaksanakan permintaan Kanselir Jerman Helmut Kohl untuk menjajaki bantuan Jerman, yang bisa diberikan dalam membantu menanggulangi krisis moneter di Indonesia.

Namun, usai pertemuan Menkeu Waigel yang didampingi Menkeu Mar’ie Muhammad, juga tidak banyak memberi keterangan. Ia hanya mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Soeharto digunakan untuk membahas berbagai masalah, termasuk krisis moneter dan CBS. Untuk selanjutnya, kedua menteri keuangan itu akan membahas lebih lanjut di Departemen Keuangan.

Pagi harinya, Presiden Soeharto membuka pameran karya kerja sama DPP Golkar dengan sejumlah BUMN dalam membina pengusaha kecil dan menengah di arena pekan raya Jakarta. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara didampingi ketua umum DPP Golkar Harmoko, Menkeu Mar’ie Muhammad, Menkop dan PPK Subiakto Tjakrawerdaja, serta Ketua Pameran Dirut PT Jasa Raharja, Ida Bagus Putu Sarga.

Sumber : KOMPAS (19/02/1998)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 25-26.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.