PRESIDEN PANGGIL LIMA MENTERI DEMI KELANCARAN EKONOMI

PRESIDEN PANGGIL LIMA MENTERI DEMI KELANCARAN EKONOMI[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto menegaskan, meski bangsa Indonesia sedang mengalami gejolak moneter, namun kegiatan ekonomi masyarakat harus tetap diupayakan terus berjalan. Untuk itu, Kepala Negara meminta kehadiran Mensesneg Moerdiono, Menpera Akbar Tandjung, Menkop dan PPK Subiakto Tjakrawerdaya, Menneg Kependudukan/Ketua BKKBN Haryono Suyono, dan Mennaker Abdul Latief di kediarnan Jalan Cendana, Jakarta, Senin, (15/12).

“Hari ini Bapak Presiden telah memanggil sejumlah menteri, Pak Biakto, Pak Haryono Suyono, Pak Akbar Tandjung, Pak Latief, dan saya sendiri.” kata Mensesneg Moerdiono kepada wartawan.

Kepada kelima menteri, kata Mensesneg, Presiden Soeharto menginstruksikan untuk memperhatikan penanganan pengusaha kecil dan koperasi, serta kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pembangunan rumah sederhana/rumah sangat sederhana (RS/RSS). Dengan tujuan utama, menjaga kegiatan ekonomi dalam negeri, terutama mengusahakan agar kegiatan ekonomi masyarakat terus berjalan, meski bangsa Indonesia sedang menghadapi gejolak moneter. Diakui, gejolak moneter itu perlu ditangani bersama dengan hati-hati.

Kepala Negara menekankan kembali tugas Menkop Subiakto Tjakrawerdaya dalam menangani pengusaha kecil dan koperasi, Menneg Kependudukan/Kepala BKKBN Haryono Suyono untuk menangani masalah pengentasan kemiskinan, melalui program Takesra dan Kukesra, dan Menpera Akbar Tandjung untuk menangani pembangunan RS/RSS, yang antara lain menggunakan dana Jamsostek.

“Beliau meminta perhatian ini karena sebentar lagi kita akan memasuki hari-hari yang akan dirayakan oleh sebagian besar masyarakat kita. Misalnya menjelang Hari Natal, tahun Baru, Bulan Puasa dan Lebaran. Dengan demikian diharapkan, masyarakat, terutama masyarakat di lapisan bawah, masyarakat biasa, dapat menyambut hari-hari tersebut dengan perasaan lebih tenteram. Untuk itu tentu saja masyarakat diharapkan tetap mempunyai penghasilan.” kata Moerdiono.

 

Kredit Rp 3 Milyar

Menkop Subiakto Tjakrawerdaya menambahkan kepadanya Presiden Soeharto mencek pelaksanaan pengguliran skema kredit baru bagi pengusaha kecil, menengah, dan koperasi. Untuk menghadapi gejolak moneter, pemerintah menerapkan skema Kredit Modal Keija dengan bunga 17 persen satu tahun, hingga maksimal Rp 3 milyar.

“Tadi beliau cek, sejauh mana realisasinya.” kata Menkop. Dijelaskan, untuk mendapatkan kredit dengan skema baru tersebut, para pengusaha kecil, menengah, dan koperasi dapat menghubungi bank pemerintah.

“Sehingga kegiatan usaha dapat terus berjalan tanpa berpengaruh, terhadap tingginya suku bunga.” ujar Menkop sambil menambahkan, skema baru itu berlaku per 1 Desember 1997.

Menjawab pertanyaan kemungkinan dana untuk Kredit Modal Kerja diambilkan dari dana Jamsostek  sebesar Rp 2 triliun  yang  disalurkan  melalui  enam bank   pemerintah, Mennaker Abdul Latief mengatakan, dana itu memang diambil dari dana Jamsostek sebesar Rp 2 triliun tersebut, ditambah dengan dana dari BUMN lain.

Kepada Menpera Akbar Tandjung, Presiden Soeharto menanyakan sejauh mana pelaksanaan instruksi melonggarkan likuiditas untuk memperlancar pembangunan sektor perumahan dan pemukiman, khususnya pembangunan RS/RSS yang banyak melibatkan pengusaha kecil menengah.

Menjawab pertanyaan Kepala Negara itu, Menpera mengatakan, sudah merealisasikan secara bertahap dana Jamsostek sebesar Rp 1 triliun yang disalurkan melalui BTN, untuk keperluan pembangunan RS/RSS. Menurut informasi terakhir, realisasi dana yang ditempatkan di BTN mencapai Rp 780 milyar.

“Dan tentu saja kami terus memantau bersama-sama dengan Pak Moer (Mensesneg Moerdiono-Red).” kata Akbar Tandjung. (rie)

Sumber: KOMPAS (16/12/1997)

________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 459-461.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.