PRESIDEN: PANGDAM SE KOWILHAN II SUPAYA SELALU SIAP SEDIA

PRESIDEN: PANGDAM SE KOWILHAN II SUPAYA SELALU SIAP SEDIA [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto telah memberi petunjuk kepada Pangdam se Jawa dan Nusa Tenggara agar selalu siap sedia untuk menampung masalah2 yang disampaikan peserta Pemilu apabila dalam melakukan kampanye mereka menemukan hal2 yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Petunjuk Kepala Negara itu diberikan ketika ia menerima Pangkowilhan II/Jawa dan Nusa Tenggara, Letjen Widodo serta ke lima Pangdamnya di Istana Merdeka, hari Sabtu.

Kelima Pangdam itu adalah Pangdam V Jaya Mayjen G.H. Mantik, Pangdam VI Siliwangi Mayjen Himawan Sutanto, Pangdam VI Diponegoro Mayjen Yasir Hadibroto, Pangdam VIII Brawijaya Mayjen Witarmin dan Pangdam XVI Udayana Brigjen Suweno.

Menteri/Sekretaris Negara Sudharmono menjelaskan kepada para wartawan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden telah pula memerintahkan agar para Pangdam tersebut dengan cepat dapat mengetahui setiap kejadian yang ada di wilayahnya masing2 dan apabila mungkin menyelesaikannya sejauh batas kewenangannya.

Atas pertanyaan, Menteri Sudharmono membenarkan bahwa para Pangdam tersebut telah dipanggil Presiden sehubungan dengan adanya laporan pimpinan Parpol mengenai adanya hal2 yang dianggap kurang menguntungkan partainya di daerah. Laporan itu disampaikan ketika Presiden menerima pimpinan Parpol dan Golkar di Istana Merdeka hari Rabu yang lalu.

Panggilan tersebut telah membuktikan bahwa Presiden sangat menaruh perhatian terhadap keluhan Parpol tersebut, Sudharmono menjelaskan.

Pada pokoknya petunjuk Presiden kepada para Pangdam itu sama seperti apa yang telah diberikan kepada para pimpinan parpol dan Golkar hari Rabu yang lalu, Sudharmono menerangkan Pimpinan Parpol dan Golkar pada waktu itu diminta oleh Kepala Negara untuk dapat mengendalikan   diri dalam masa kampanye sehingga Pemilu dapat berjalan dengan tenang, lancar dan tertib sesuai dengan peraturan permainan yang ada.

Sampai Hari Ketiga Aman

Menyinggung masalah pelaksanaan kampanye yang dimulai tanggal 24 Pebruari yang lalu, Menteri Sudharmono mengatakan bahwa sampai dengan hari ketiga keadaan tetap aman.

Ketika ditanya apakah kegiatan Komando Jihad juga dibicarakan pada pertemuan tersebut, Sudharmono menerangkan hal itu memang disinggung tetapi tidak secara khusus.

Ia menegaskan bahwa tindakan akan diambil terhadap setiap kegiatan yang memang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

Untuk mengambil tindakan itu perlu diadakan pengecekan terlebih dulu, katanya menjelaskan.

Dipanggilnya para Pangdam se Jawa dan Nusa Tenggara itu bukan disebabkan karena Jawa dan Nusa Tenggara merupakan daerah yang rawan, tetapi se-mata2 dikarenakan wilayah tersebut merupakan tempat bermukim para pemilih yang terbesar, kata Sudharmono.

Mengenai koordinasi tindakan2 yang akan diambil oleh Koramil, Sudharmono mengatakan hal itu akan diatur oleh Pangdam yang bersangkutan. (DTS)

Sumber: ANTARA (26/02/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 501-502.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.