PRESIDEN PADA PELANTlKAN KASAL DAN KAPOLRI BARU

PRESIDEN PADA PELANTlKAN KASAL DAN KAPOLRI BARU [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menyatakan mempertahankan Pancasila dan UUD 45 ABRI tidak boleh kompromi dan harus memiliki kesetiaan yang tidak bergantung terhadap Pancasiladan UUD 45.

Kepala Negara mengemukakan hal tersebut dalam amanat ketika melantik Laksamana Madya TNI RS Soebiyakto sebagai Kepala Staf Angkatan Laut dan Letjen Pol. Drs, Widodo Budi, sebagai kepala Kepolisian RI di istana Negara hari Rabu.

Presiden mengatakan, bahwa Paneasila dan UUD 45 merupakan landasan dan pedoman pokok perjoangan seluruh bangas, sumber kekuatan dan inspirasi seluruh rakyat dalam mencapai cita2.

Sebaliknya, demikian kepala negara, sejarah telah menunjukkan dan pasti tetap akan menunjukkan, bahwa usaha2 mengganti Pancasila dan UUD 45 atau siasat untuk menyimpangkan pelakunya, pasti tidak berhasil dan hanya akan menimbulkan pergolakan2 yang pasti akan menghambat pelaksanaan pembangunan.

Dalam pidatonya itu Presiden mengetengahkan empat syarat yang harus dimiliki ABRI dengan kesetiaan yang tidak tergoyahkan terhadap Paneasila dan UUD 45 sebagai syarat pertama.

Syarat kedua adalah sifat pejoang yang harus tetap mempunyai ciri yang menonjol daripada ABRI. Pejuang adalah mereka yang setia kepada cita2 yang dianggap luhur, suatu kesetiaan yang tidak hanya diueapkan akan tetapi dibuktikan dengan sikap dan tindakan. Dan cita2 ABRI harus tetap manunggal dengan cita2 rakyat Indonesia ialah suatu masyarakat yang maju, sejahtera serta berkeadilan sosial. Dalam hubungan ini, ABRI terus berjoang bersama-sama rakyat dalam mengisi kemerdekaan nasional, serta mengamalkan pancasila dan UUD 45.

Syarat ketiga adalah persatuan yang kokoh dan dalam tubuh sendiri, sebagai prasyarat untuk dapat menjadi kekuatan pemerintah dari seluruh bangsa kita. Suatu persatuan yang murni yang terbentuk oleh kesamaan cita2 dan kesamaan sikap pejoang.

Syarat keempat yang dikemukakan Presiden adalah peningkatan yang terus menerus daripada kemampuan teknis, baik dilapangan keprajuritan, maupun dilapangan pembangunan. Peningkatan kemampuan teknis merupakan kebutuhan yang mutlak karena gerak pembangunan semakin rumit, bertambah luas dan harus berarti perbaikan dari apa yang kita capai sebelumnya.

“Dengan terus menerus membina keempat syarat itu, ABRI akan menjawab panggilan tugas sejarahnya untuk menjadi kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan pembangunan yang menjadi andalan rakyat Indonesia”, demikian Presiden.

Pembangunan ALRI dan POLRI

Kepala Negara menegaskan, bahwa pembangunanAngkatan Laut yang kuat jelas merupakan kebutuhan dari sifat geografis tanah Indonesia yang sangat luas dengan ribuan pulau besar dan kecil yang dihubungkan oleh lautan dan selat.

Pembangunan Angkatan Laut yang demikian terang memerlukan dukungan kekuatan ekonomi nasional yang tangguh, industri besar beserta kemampuan teknologi yang tinggi. alam rangka ini tampak jelas bahwa keberhasilan kita dalam pembangunan ekonomi merupakan prasyarat pula bagi bangunnya Angkatan Laut.

Presiden selanjutnya mengemukakan, bahwa pembangunan Kepolisian RI juga mutlak kita perlukan untuk memelihara ketertiban memberikan rasa aman kepada setiap penduduk.

“Suasana tertib dan rasa aman jelas akan menggairahkan pembangunan, disamping suasana tertib dan rasa aman itu sendiri merupakan wujud nyata dari masyarakat yang kita cita2kan,” demikian Presiden Soeharto. (DTS).

SUMBER: ANTARA (26/06/1974)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 497-498.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.