PRESIDEN PADA MAULID NABI: JANGAN PAKSAKAN KEHENDAK PADA PIHAK LAIN

PRESIDEN PADA MAULID NABI: JANGAN PAKSAKAN KEHENDAK PADA PIHAK LAIN[1]

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto menyerukan semua pihak agar tidak memaksakan kehendak, kepada pihak lain. Musyawarah adalah jalan terbaik seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

“Musyawarah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW bukan untuk memaksakan kehendak dari golongan yang kuat kepada goIongan yang lemah,”kata Kepala Negara ketika memberi sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (8/8) di Istana Negara.

Menurut Presiden musyawarah itu justru dilakukan untuk mencari titik temu yang dapat memuaskan semua pihak atas dasar saling memberi dan menerima. “Sebagai bangsa yang bercita-cita membangun masyarakat yang demokratis berdasarkan Pancasila, kita perlu meningkatkan kedewasaan kita untuk menyelesaikan persoalan­ persoalan kita dengan jalan musyawarah,” ujar Presiden. Kepala Negara kemudian mengajak seluruh masyarakat agar mampu bertindak Dalam masyarakat yang makin maju, tuntutan masyarakat makin beragam, aspirasinya makin berkembang. Masyarakat makin kritis berkat meluasnya pendidikan dan mudahnya terdapat informasi dari berbagai sumber. “Dalam suasana seperti ini tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali harus tems meningkatkan keterbukaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bemegara. Kita sama-sama yakin bahwa ajaran Islam juga menghendaki sikap yang demikian. Ajaran Islam mendorong kita untuk bersikap terbuka dan demokratis,”kata Presiden.

Keadilan

Kepala Negara mengemukakan, Nabi Muhammad SAW memberi keteladanan kepada umat manusia bahwa pembinaan masyarakat hamslah ditegakkan di atas norma-norma keadilan dan keseimbangan. Di dalam Al-Quran banyak ditemukan ayat yang memerintahkan manusia agar berbuat adil. “Keadilan itu wajib ditegakkan terhadap diri sendiri, terhadap kaurn kerabat, terhadap masyarakat di sekitarnya,” katanya. Kepala Negara mengemukakan, Nabi Muhammad SAW memberikan contoh kepada umat manusia mengenai cara-cara memecahkan masalah. yang timbul dalam masyarakat. “Salah satu contohnya yang diberikan Nabi Muhammad SAW adalah selalu mengajakmasyarakat untuk mencari penyelesaian melalui musyawarah ,yang dilakukan dengan prinsip persamaan derajat,keadilan, kejujuran dan kebijakan. ” Dalam musyawarah itu,kata Presiden, semua pihak diberi kesempatan yang sama untuk mengemukakan pikiran dan perasaannya secara terbuka untuk didengar oleh pihak lain dengan hati yang terbuka. Presiden menyebutkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk terdiri atas beragam suku adat istiadat dan agama yang dipeluk masyarakat. Bagi bangsa Indonesia umumnya dan, bagi umat Islam khususnya , kemajemukan bukanlah masalah.

“Al-Quran mengajak semua umat untuk berlomba-lomba berbuat amal kebajikan di tengah-tengah kemajemukan itu. Itulah sebabnya umat Islam harus melihara rasa kesatuan dan persatuan bangsa dengan hati danjiwa yang besar,”katanya.

Kepala Negara mengemukakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini mempunyai makna yang khusus bagi umat Islam Indonesia. Karena, peringatan kali ini berlangsung dalam suasana bangsa Indonesia memperingati setengah abad kemerdekaannya. Islam, kata Presiden, adalah agama yang anti penindasan. Ajaran Islam yang cinta kemerdekaan itu pula yang menjadi kekuatan dahsyat bangsa Indonesia untuk berjuang mati-matian mempertahankan kemerdekaan bangsa.

“Sumbangan umat Islam kepada pembangunan bangsa juga sangat besar. Islam adalah agama yang mencintai kemajuan. Umat Islam dipanggil oleh seruan untuk beramal saleh dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, agar kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan kehidupan hari esok lebih baik dari hari ini,” kata Kepala Negara.

Nabi Muhammad SAW, kata Presiden, adalah seorang manusia yang mendapat wahyu dari Allah SWT yang tugasnya menyampaikan risalah kepada umat manusia. “Dalam masa yang relatif singkat, tugas tadi telah dilaksanakan dengan hasil yang mencengangkan. Dia berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang beradab, masyarakat yang disinari oleh cahaya keimanan, cinta dan kasih sayang,” katanya.

Akhlak

Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran, Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang terbaik bagi orang- orang yang beriman. Keteladanan Nabi Muhammad SAW antara lain ditunjukkan oleh keyakinan beliau yang tidak tergoyahkan bahwa kebenaran pasti akan dapat ditegakkan betapa pun berat perjuangan yang harus dilakukan. “Keteguhan pendirian, kesabaran dan jiwa besar untuk menciptakan keadaan yang lebih baik,juga merupakan teladan yang patut diikuti,” kata Kepala Negara. Nabi Muhammad SAW banyak memberi teladan kepada umat manusia dalam membina kehidupan masyarakat yang dibina di atas landasan keimanan dan ketaqwaan, “Inilah landasan rohani dalam kehidupan bermasyarakat. Keimanan membuat manusia menjadi mengerti tentang hakikat, makna dan tujuan hidupnya di dunia. Keimanan membuat manusia makin sadar bahwa kehidupan di dunia tidaklah berlangsung tmtuk selama-lamanya,” kata Kepala Negara. Sebagai bangsa yang sedang membangun, ujar Presiden, perlu memiliki dasar akhlak yang kuat. Tanpa akhlak yang baik, manusia mudah sekali berubah menjadi makhluk yang serakah, kejam dan kehilangan  kesadaran kemanusiaannya. Sebaliknya, akhlak yang baik , akan mendorong untuk mencegah kejahatan dan kemunkaran serta menciptakan masyarakat yang dilandasi oleh rasa cinta dan kasih. (A-6)

Sumber: SUARAKARYA( 10/08/ 1995)

________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 510-512.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.