PRESIDEN: ONH TAHUN ’98 TAK BOLEH LEBIH DARI RP 9 JUTA

PRESIDEN: ONH TAHUN 98 TAK BOLEH LEBIH DARI RP 9 JUTA[1]

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto memerintahkan Menteri Agama Tarmizi Taher agar ongkos naik haji (ONH) tahun 1998 tidak lebih dari Rp. 9 juta/orang, jika dibandingkan dengan tahun ’97 sebesar Rp. 7,501 juta.

“Pemerintah tidak mencari untung dan tidak ingin memberatkan umat, tapi pemerintah juga tidak boleh memberi subsidi karena hak itu bertentangan dengan nilai­ nilai keagamaan.” kata Menag Tarmizi di Bina Graha, Rabu.

Setelah berkonsultasi dengan Kepala Negara mengenai bersarnya kenaikan tarif ONH tahun mendatang itu, Tarmizi mengatakan kepada pers bahwa jika hanya sekedar mengikuti depresiasi rupiah maka ONH ini berkisar antara Rp 9,5 juta – Rp 10 juta.

“Karena itu, penyelenggaraan haji harus dilakukan pemerintah karena tidak mencari untung. ONH baru akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang,” katanya.

Ia menyebutkan pula, kenaikan tarif ONH itu terjadi karena semakin mahalnya sewa pemondokan. Ia menyebutkan bahwa jika selama ini biaya yang dikenakan kepada satu orang adalah 1350 Real maka untuk tahun mendatang naik menjadi 1500 Real. Jemaah negara tetangga rata-rata membayar 2000 Real.

Kenaikan biaya pemondokan ini dilakukan karena pemerintah ingin menyediakan fasilitas menginap yang lebih baik bagi para calon haji.

Ketika ditanya mengenai masalah kuota haji, Tarmizi mengatakan, untuk tahun mendatang, jatah Indonesia adalah sekitar 203.000 orang jika dibandingkan dengan yang sekarang 195.000 orang.

 

Dibubarkan saja

Sementara itu, ketika menjelaskan masalah kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), Menag menjelaskan, beberapa Ormas Islam telah minta kepada pemerintah agar kelompok ini dibubarkan saja.

Permintaan itu diajukan karena KBIH yang ada di beberapa daerah ternyata ingin secara langsung mengurus sendiri jamaahnya, padahal tugas mereka sebenarnya hanyalah memberikan bimbingan ibadah haji kepada warganya.

“KBIH nantinya cukup mengurus umroh saja karena jumlahnya dari tahun ke tahun akan naik . Tahun 96 saja jamaah umroh sudah sekitar 125.000 orang yang bisa melonjak menjadi sekitar 200.000 orang per tahun dalam beberapa tahun mendatang.” katanya.

(T/EU01/B/DN04/ 20/08/97 15:11/RU1)

Sumber: ANTARA (20/08/1997)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 536-537.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.