PRESIDEN: NON BLOK PERLU PERSIAPKAN DIRI DENGAN TUGAS2 ZAMAN SEKARANG

PRESIDEN: NON BLOK PERLU PERSIAPKAN DIRI DENGAN TUGAS2 ZAMAN SEKARANG

Presiden Soeharto menekankan bahwa gerakan Non Blok perlu mempersiapkan diri dengan tugas-tugas zaman sekarang, bersama-sama memperjuangkan terbentuknya tatanan ekonomi dunia yang lebih adil.

Kepala Negara mengemukakan hal ini dalam pidato balasan ketika menerima surat-surat kepercayaan Duta-besar Republik Cina yang baru untuk Indonesia Chemogah Kelvin Dzang di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu pagi.

Presiden menyatakan bahwa tugas yang besar memperjuangkan terbentuknya tatanan ekonomi dunia yang lebih adil itu diharapkan mampu membebaskan beratus-ratus juta rakyat negara-negara berkembang dari kemelaratan, kemiskinan dan keterbelakangan.

Dalam usaha mencapai tujuan itu, gerakan Non Blok seperti halnya dalam kelompok 77, perlu mengkonsolidasikan diri dalam perjuangan besar membangun tata ekonomi dunia baru yang lebih menjamin kemajuan dan keadilan bagi semua bangsa.

Dalam kerangka usaha ini, kesempatan serta kemungkinan meningkatkan kerjasama antara semua negara berkembang dan negara-negara anggota Non Blok termasuk Ghana dan Indonesia perlu dipergunakan sebaik-baiknya, baik secara bilateral maupun dalam forum-forum internasional lainnya.

Duta-besar Chemogah Kelvin Dzang dalam pidatonya mengemukakan hasrat dan keinginan pemerintah dan rakyat Ghana untuk lebih mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama dengan Indonesia secara bilateral ataupun multilateral menuju kesejahteraan rakyat kedua negara.

Presiden Soeharto menyambut dengan hasrat yang sama keinginan Ghana untuk lebih mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama itu.

Indonesia Inginkan kemurnian

Indonesia dan Ghana sama-sama negara pendiri Gerakan Non Blok. Dalam rangka ini Presiden mengemukakan bahwa Indonesia sebagai salah satu dari pendiri gerakan tersebut menginginkan agar Gerakan Non Blok benar-benar berjalan lurus sesuai dengan kemurnian sifat dan tujuannya semula.

Jika kemurnian ini ditinggalkan kataPresiden maka sesungguhnya gerakan ini tidak akan bersifat Non Blok lagi dan tidak akan ada artinya.

Presiden menyatakan bahwa persahabatan dan kerjasama menjadi soko guru politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Persahabatan dan kerjasama antara negeri yang diinginkan Indonesia ialah yang berdasarkan prinsip saling hormat menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan saling memberikan manfaat.

Antara Indonesia dan Ghana, kata Presiden, jelas terdapat berbagai persamaan pandangan dan usaha dalam rangka membangun kehidupan rakyat masing-masing agar menjadi lebih baik.

Presiden dalam kesempatan itu menyampaikan salam kepada Presiden Ghana Dr. Hilla Limann dan mengharapkan kesejahteraan bagi rakyat Ghana.

Surat Kepercayaan Dubes Italia

Setelah menerima surat2 kepercayaan Duta besar baru Republik Ghana itu, Presiden menerima pula surat2 kepercayaan Duta besar baru Republik Italia untuk Indonesia, Gerardo Zampaglione.

Presiden dalam kesempatan ini mengatakan hubungan kerjasama dan saling pengertian antar negara seperti yang telah berjalan antara ltalia dan Indonesia merupakan kunci utama bagi terwujudnya perdamaian dunia.

Dalam hubungan ini, Indonesia senantiasa berusaha dan membuka pintu meningkatkan hubungan dan kerjasama di berbagai bidang dengan negara2 sahabat, termasuk ltalia.

Peningkatan hubungan persahabatan dan kerjasama ini dilandasi dengan azas2 hubungan antar bangsa dalam pergaulan internasional, saling hormat-menghormati dan saling memberikan manfaat.

Bahkan kata Presiden, kerjasama dan saling bantu membantu itu dewasa ini telah ditingkatkan antar kedua negara, tidak saja secara bilateral tapi telah terwujud pula hubungan dan kerjasama antara regional.

Dengan menyebutkan pembangunan dan kerjasama ekonomi, sosial dan kebudayaan yang sedang ditumbuhkan antar negara Asia Tenggara dalam wadah ASEAN, Presiden menyatakan, jika Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dan ASEAN dapat mengembangkan kerjasama dengan memberi isi yang semakin besar dan nyata, hal ini jelas akan memperkokoh kedamaian dan kesejahteraan dunia.

Presiden menyatakan keyakinannya bahwa saling pengertian dan kerjasama yang erat antara kawasan2 ASEAN dan MEE akan memberi sumbangan ke arah kelancaran dialog Utara-Selatan.

Berhasilnya dialog ini akan dapat mempersempit jurang pemisah antara negara2 maju dan negara sedang membangun, yang jika tidak segera dijembatani dapat merupakan benih ketidak tenteraman dunia.

Dalam hubungan ini Presiden menegaskan bahwa tugas2 besar bangsa2 di dunia di masa mendatang adalah memperkokoh perdamaian dan mempercepat pembangunan bangsa-bangsa itu sendiri. (DTS)

Jakarat, Antara

Sumber: ANTARA (22/10/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 633-635.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.