PRESIDEN NAMIBIA KE JAKARTA BAHAS KERJA SAMA EKONOMI

PRESIDEN NAMIBIA KE JAKARTA BAHAS KERJA SAMA EKONOMI[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Namibia Sam Nujoma (68) yang didampingi istrinya, Ny Theopoldine, akan mengadakan kunjungan kenegaraan pada 31 Juli-4 Agustus untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan Indonesia.

“Tujuan utama kunjungan kenegaraan ini adalah mencari peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan di antara kedua negara.” kata Mensesneg Moerdiono kepada pers di Istana Merdeka, Senin, ketika mengumumkan kunjungan lima hari Presiden Namibia itu.

Moerdiono menjelaskan Sam Nujoma akan didampingi sejumlah pejabat tinggi di bidang ekonomi dan perdagangan, pimpinan kadin Namibia serta sejumlah pengusahanya.

Sam Nujoma tiba di Jakarta, Kamis siang sekitar pukul 16.30 WIB, dan kemudian langsung menuju Istana Merdeka untuk disambut secara resmi oleh Presiden Soeharto, Wakil Presiden Try Sutrisno dan lbu Tuti Sutrisno, Mensesneg Moerdiono serta Nyonya Moerdiono.

Pada Jumat pagi, setelah meletakkan karangan bunga di TMP Kalibata, tamu dari Afrika ini akan mengadakan pembicaraan empat mata dengan Presiden Soeharto. Sementara itu, para pejabat kedua negara akan mengadakan pembicaraan terpisah.

Sam Nujoma Sabtu pagi akan meninggalkan Jakarta menuju Medan untuk mengelilingi obyek wisata Pulau samosir dan Danau Toba. Kemudian ia melanjutkan perjalan ke Bali. Senin siang, rombongan Namibia ini akan kembali ke negaranya.

Di dalam hubungan perdagangan, walaupun belumterdapat hubungan langsung, sejumlah barang Indonesia telah memasuki pasar negara itu melalui negara ketiga yaitu Afrika Selatan.

Barang impor dari Indonesia itu antara lain tekstil dan produk tekstil, sepatu olah raga, mebel rotan,barang pecah-belah, serta mi siap hidang (mie instant).

Karena negara-negara tetangganya tidak memiliki akses ke laut maka Namibia bisa menjadi pintu masuk berbagai barang Indonesia ke negara-negara di sekitarnya.

Indonesia dan Namibia telah memiliki Petjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik yang ditandatangani April tahun 1997 yang diharapkan menjadi “paying” bagi kerja sama di berbagai bidang.

Sumber : ANTARA (05/07/1997)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 399-400.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.