PRESIDEN: MUSLIM JANGAN SEKALI-KALI BANTU TINDAK KEKEJIAN

PRESIDEN: MUSLIM JANGAN SEKALI-KALI BANTU TINDAK KEKEJIAN[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta seluruh umat Islam agar jangan sekalipun bantu­ membantu orang lain yang ingin melakukan tindakan kekejian dan kerusakan,

 “Kita diingatkan jangan sekali-kali bantu-membantu dalam berbuat kekejian dan kerusakan. Semangat kebersamaan, senasib dan sepenanggungan seperti yang diajarkan Al-Quran sangat besar artinya dalam membangun bangsa.” kata Presiden di Jambi, Rabu malam.

Ketika membuka Musabaqah Tilawatil Al-Quran (MTQ) ke-18, Kepala Negara menyebutkan pula bahwa umat Islam telah diperingatkan untuk tolong-menolong dalam berbuat kebajikan dan ketakwaan.

Kepala Negara yang didampingi Menteri Agama Tarmizi Taher serta Gubernur Jambi Abdurrachman Sayoeti mengemukakan, agama Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya agar hidup sejahtera di dunia ini dan bahagia di akhirat nanti.

“Keseimbangan dalam hidup seperti ini tidak mungkin dapat kita capai tanpa pengorbanan dan kerja keras yang dilandasi oleh semangat kekeluargaan dan gotong royong.” kata Presiden dalam acara meriah yang dihadiri pula ribuan muslim dan muslimah dari Jambi dan sekitarnya.

Sementara itu, ketika berbicara tentang kegiatan pembangunan selama ini di tanah air, Kepala Negara kembali mengatakan bahwa sekalipun pembangunan telah menghasilkan banyak kemajuan, tetap saja ada kelemahan dan kekurangan.

“Tidak perlu kita berkeluh kesah dalam menghadapi kekurangan-kekurangan yang kita hadapi, apalagi jika hal itu sampai mengakibatkan kehilangan kendali dan lupa diri, sehingga melakukan tindakan yang dapat merusak kepentingan bangsa.” tegas Presiden.

Bersabar

Jika Allah SWT memberikan nikmatnya maka kaum muslim harus siap menyampaikan rasa syukurnya. Sebaliknya, jika terjadi kekurangan atau ketidakberhasilan maka kaum muslim harus bersabar dan bertawakal.

“Bukankah Allah SWT telah menyatakan dalam Al-Quran bahwa Dia akan senantiasa menyertai orang-orang yang bersabar.” kata Kepala Negara.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyinggung masalah kemajuan akibat pembangunan di berbagai sektor kehidupan, dengan mengingatkan bahwa sekalipun terdapat kemajuan, maka juga lahir berbagai dampak yang perlu diwaspadai.

“Yang dapat kita lakukan adalah mengurangi dampak negatif dari peru bahan yang seringkali berlangsung di luar kekuasaan kita. Dalam upaya ini, agama memegang peranan yang besar.” kata Presiden.

Ketika menyinggung kegiatan MTQ, Kepala Negara menyebutkan program tahunan ini sangat penting terutama untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif perkembangan dunia modern.

(f.EU01/B/DN04/20:47/RPS3/22:27)

Sumber: ANTARA (09/07/1997)

________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 531-532.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.