PRESIDEN MULAI KUNJUNGAN KERJA DI SUMUT

PRESIDEN MULAI KUNJUNGAN KERJA DI SUMUT [1]

 

Medan, Antara

Presiden Soeharto dan rombongan dengan menumpang pesawat tiba di lapangan terbang Polonia Medan untuk memulai kunjungan ketja selama dua hari, Sumatera, Utara dan Aceh,   meresmikan   10 proyek pembangunan di empat propinsi Sumatera Utara.

Sesaat turon di tangga pesawat Presiden Soeharto disambut oleh Pangkowilhan I/Sumatera dan Kalimantan Barat Letjen TNI Poniman, Gubernur Sumut Marah Halim, Walikota Medan M. Saleh Arifin serta pejabat 2 daerah lainnya.

Setelah istirahat selama l.k. 7 menit di VIP Room Polonia Medan Presiden yang disertai Menlu Adam Malik, Menteri Pertanian Thoyib Hadiwidjaja, Menteri Perhubungan Emil Salim, Menteri P dan K Syarif Thayib, Menteri Sekretaris Negara Sudharmono SH dan Sekretaris Militer Presiden Letjen TNI Tjokropranolo dengan menumpang helicopter terbang menuju perkebunan Adolina, 33 Km sebelah Selatan Medan untuk meresmikan pabrik pengolahan minyak nabati terbesar dan termodern di Indonesia milik PNP VI.

Penerbangan dengan helikopter ke proyek yang diresmikan itu memakan waktu kira2 10 menit di tempat mana Presiden dan rombongan disambut oleh pejabat2 Pemerintahan daerah lainnya antara lain Pangdam 11/Bukit Barisan Brigjen TNI Soekotjo, Kadapol. II Sumatera Utara Brigjen Polisi Moeljono, Ketua DPRD Tingkat I M. Soekardi, dan pimpinan serta staf PNP, VI Brigjen Polisi Moeljoni, Ketua DPRD Tingkat I M. Soekardi, Pangdaeral I, Pangkodau I dan anggota Muspida Sumatera Utara dan pimpinan serta staf PNP VII Adolina.

Pabrik minyak nabati dan kelapa sawit yang diresmikan Presiden itu, baik ditinjau dari perawatan maupun dari segi bahan baku yang diolahnya merupakan pabrik yang terbesar di Asia Tenggara dapat menghasilkan 80 ton minyak nabati per hari.

Pembangunannya yang dilaksanakan oleh tenaga 2 ahli Indonesia sendiri menelan biaya Rp.2,2 milyar dan dirampungkan dalam waktu 20 bulan.

PNP- VI Adolina sendiri selama initelah memiliki pabrik2 pengolahan minyak sawit untuk ekspor, serta memiliki areal tanaman kelapa sawit yang terbesar di SumateraUtara.

Selain pabrik itu secara simbolis Presiden juga meresmikan sebuah pengolahan kelapa sawit lainnya di perkebunan Pagar Merbau kira2 10 Km sebelah Selatan Adolina milik PT dan sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit lainnya di perkebunan Tinjauan di Kabupaten Asahan.

Disamping ketiga pabrik tersebut juga diresmikan 4 Sekolah Pertanian Pembangunan masing2 terletak di Palembang, Padang, Medan dan Banda Aceh. Sekolah2 Pertanian Pembangunan itu kelak diharapkan menghasilkan petani2 modern atau tenaga2 pembangunan di bidang pertanian.

Keempat proyek Departemen Pertanian itu menelan biaya sebesar Rp. 1,8 milyar. Disamping sekolah2 tersebut juga dibangun pusat latihan pegawai pertanian di bidang peternakan dan pertanian.

Senen tengah hari Presiden dan rombongan menuju Banda Aceh dan bermalam disana dengan menumpang pesawat udara. (DTS)

Sumber : ANTARA (04/04/1977)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 309-311.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.