Presiden Mulai Kegiatan Rutin Kenegaraan HARI INI MEMBUKA PERTASI KENCANA DI  NTB

Presiden Mulai Kegiatan Rutin Kenegaraan

HARI INI MEMBUKA PERTASI KENCANA DI NTB[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto mulai hari Senin (15/7) kemarin kembali memulai kegiatan rutin kenegaraan, setelah sebelumnya absen untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) di RS Bad Oeyenhausen, Jerman.

Kemarin, Presiden mengundang Menteri Negara Sekretaris Negara Moerdiono, Menteri Luar Negeri Ali Alatas, dan Duta Besar Keliling Nana Sutresna ke kediaman Jalan Cendana, Jakarta, selama sekitar 1,5 jam. Hari Selasa ini, Presiden Soeharto akan membuka Hari Pertanian, Koperasi dan Keluarga Berencana (Pertasi kencana) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Seperti saudara-saudara saksikan sendiri, pagi ini Presiden telah memulai kegiatan rutin kenegaraan.” kata Mensesneg Moerdiono kepada wartawan di Cendana, Jakarta, usai bertemu Presiden Soeharto.

Kepada Presiden, Moerdiono melaporkan tentang perkembangan terakhir keadaan di Tanah Air secara umum, meskipun masalah itu selalu dilaporkan selama Presiden berada di luar negeri.

“Begitu tiba di Tanah Air, hari Sabtu (13/7) lalu, sesungguhnya Presiden telah memutuskan untuk hadir pada acara yang akan berlangsung besok (hari ini) di NTB.” lanjutnya.

Dikatakan, Presiden akan membuka Pertasi kencana, Pertemuan Kontak Tani Nelayan ke-9, Hari Krida Pertanian ke-24, Hari Gerakan Koperasi ke-49, dan Hari Gerakan Keluarga Berencana ke-26.

“Semula kegiatan ini ditugaskan kepada Wakil Presiden, tapi kita bersyukur, setelah terbukti, bahwa Presiden dalam keadaan yang sangat bagus setelah diperiksa di Jerman, maka akhirnya Presiden memutuskan untuk hadir sendiri pada acara yang dianggap sangat penting ini.” kata Mensesneg.

Menurut Mensesneg, seluruh jadwal dan kegiatan Presiden telah dibahas secara menyeluruh.

Menunjukkan  Semangat

Presiden Soeharto telah menunjukkan semangat (good spirit) untuk kembali bekerja, dan juga berada dalam suasana hati yang senang (good mood). Hal itu diungkapkan Menlu Ali Alatas dalam jumpa pers dengan puluhan wartawan lokal dan internasional di Deplu, Pejambon, kemarin.

Menlu Alatas tadinya dijadwalkan memberikan keterangan pers pukul 10.00 WIB. Tetapi jumpa pers itu diundur, baru berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB karena Menlu Alatas harus menghadap Presiden Soeharto.

Menlu Alatas dalam jumpa pers itu memberikan keterangan mengenai persiapan Sidang Tahunan Menlu ASEAN (AMM), Sidang ARF (ASEAN Regional Forum) dan Sidang Menlu ASEAN dengan Menlu negara-negara yang tergabung dalam Mitra Dialog ASEAN (PMC-Post Ministerial Meeting).

Setelah memberi penjelasan selama sekitar 30 menit, Menlu Alatas mempersilakan para wartawan untuk bertanya. Dan pertanyaan pertama yang ditujukan kepadanya adalah tentang kondisi kesehatan Presiden Soeharto ketika Menlu Alatas menghadap di kediaman Cendana.

“Saya harus mengatakan bahwa kami mengadakan pertemuan yang berlangsung lama. Saya mendapat kesempatan untuk memberikan full briefing atau full report kepada Kepala Negara tentang sidang-sidang ASEAN ini.” kata Menlu Alatas.

Menurut Menlu Alatas, Kepala Negara berada dalam suasana hati yang senang (good mood), jelas ingin kembali bekerja seperti dijadwalkan. Diungkapkan pula olehnya, Kepala Negara juga banyak bertanya tentang berbagai jadwal atau acara internasional tahun ini, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sebagai contoh, kami menyinggung jadwal sidang (pemimpin) APEC di Manila. Ada juga undangan dari sidang G-15, dan kami membahasnya. Ia pasti akan pergi ke Roma (Italia) untuk sidang FAO . Dan tentu saja akan datang pada KTT informal ASEAN bulan Desember.” kata Menlu Alatas.

Sumber : KOMPAS (16/07/1996)

______________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 188-189.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.