PRESIDEN MINTA WAGUB KOORDINASIKAN DANA KEWANITAAN YANG TERBATAS

PRESIDEN MINTA WAGUB KOORDINASIKAN DANA KEWANITAAN YANG TERBATAS

 

 

Jakarta, ANTARA

Presiden Soeharto meminta para wakil gubernur yang merupakan koordinator peningkatan peran wanita di daerahnya untuk mengkoordinasikan pemanfaatan dana yang terbatas di bidang ini sehingga program ini berhasil baik.

Kepala Negara menyampaikan harapannya itu di Istana Merdeka, Selasa ketika menerirna para Wagub peserta rapat kerja terbatas peningkatan peranan wanita dalam pembangunan. Para Wagub ini diantar Mendagri Rudini dan Menteri Negara UPW Ny. Sulasikin Murpratomo.

Presiden memberi contoh Departemen Kesehatan memang memiliki dana untuk meningkatkan peran wanita dalam pengembangan pos pelayanan terpadu. Namun jumlah dana yang dialokasikan Depkes terbatas.

“Jangan menanyakan bagaimana memperbesar dana-dana itu. Seninya bukan terletak disana, tetapi bagaimana anggaran yang kecil bisa dikoordinasikan sehingga menjadi besar,” kata Presiden sambil tertawa ketika menyampaikan harapannya.

Kepala Negara mengatakan, di tingkat pusat Menteri Negara UPW yang merupakan koordinator di tingkat nasional bisa “membonceng” pada kegiatan yang dilaksanakan berbagai departemen dan lembaga nondepartemen.

Ketika menekankan pentingnya peningkatan peran wanita dalam pembangunan, Kepala Negara mengatakan jumlah wanita di tanah air adalah lebih banyak dibanding kaum pria. Karena itu, partisipasi kaum wanita harus ditingkatkan.

“Semua pihak tidak boleh lagi tidak memperhatikan kawn wanita,” kata Presiden. Jika kaum ibu bisa berperan secara aktif, maka mereka bisa membantu mewujudkan ketahanan nasional di bidang sosial budaya, ekonomi, politik dan pertahanan keamanan.

Ketahanan nasional dibidang sosial budaya, menurut Presiden, bisa dimanfaatkan untuk menghadapi ancaman bidang sosial budaya dari luar negeri.

“Ancaman ideologi ataupun sosial budaya tidak bisa dihadapi dengan kekuatan militer tetapi oleh ketahanan nasional di bidang ideologi ataupun sosial budaya,” kata Presiden.

 

 

Sumber : ANTARA (12/11/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 165-166.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.