PRESIDEN MINTA TELKOM TETAP UTAMAKAN KEPENTINGAN  NASIONAL

PRESIDEN MINTA TELKOM TETAP UTAMAKAN KEPENTINGAN  NASIONAL[1]

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengingatkan jajaran PT. Telkom bahwa sekalipun BUMN ini sudah menjual sahamnya ke pasaran dalam dan luar negeri, perusahaan itu harus tetap memperhatikan kepentingan nasional.

“Presiden Soeharto mengatakan sekalipun sudah go public, Telkom harus tetap memperhatikan kepentingan nasional.” kata Direktur Utama PT. Telkom Akhir Nasution di Istana Merdeka, Senin.

Akhir Nasution yang diantar Menparpostel Joop Ave serta Komisaris Utama Bambang Subianto melapor kepada Kepala Negara tentang penunjukannya sebagai pemimpin perusahaan itu melalui RUPS di Jakarta baru-baru ini.

Telkom baru-baru ini telah menjual sebagian sahamnya di Indonesia dan melalui bursa saham di Amerika Serikat.

Karena itu, kata Mayor Jenderal TNI ini, ia akan segera melakukan konsolidasi intern dalam rangka melaksanakan misinya baik sebagai BUMN maupun sebagai perusahaan milik masyarakat.

Ketika ditanya mengenai harga saham Telkom sekarang ini, ia hanya mengatakan naik turunnya harga atau fluktuasi merupakan hal yang normal.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai penggunaan dana Rp 30 miliar milik Telkom untuk pembangunan sebuah proyek yang diprakarsai Deparpostel, ia hanya berkata

“Hal itu tidak dibicarakan dengan Presiden.”

Berbagai pertanyaan yang diajukan para wartawan mengenai pelayanan, target laba tidak dijawab oleh Akhir Nasution dengan dalih ia baru menjalankan tugasnya selama dua minggu.

Sumber : ANTARA (03/06/1996)

__________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 315-316.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.