PRESIDEN MINTA TASPEN TERUS BANTU USAHA KECIL

PRESIDEN MINTA TASPEN TERUS BANTU USAHA KECIL[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta PT. (Persero) Taspen untuk terus membantu para pengusaha kecil dan menengah dengan menyisihkan sebagian laba bersihnya.

Setelah menemui Kepala Negara di kediaman Jalan Cendana, Rabu, Direktur Utama Taspen Muljohardjoko mengatakan kepada pers bahwa sampai dengan 30 Juni 1996, BUMN yang dipimpinnya (sejak 7 Juni tahun ini) telah menyalurkan dana Rp.17,7 miliar bagi usaha kecil, menengah, dan koperasi.

Muljohardjoko menyebutkan dana Rp.17,7 miliar itu disalurkan untuk membantu 900 unit usaha kecil dan menengah serta 520 koperasi. Para pengusaha kecil dan menengah ini bergerak dalam 40 bidang usaha.

Ketika ditanya tentang kondisi BUMN ini, ia menyebutkan dana yang dikelola Taspen pada dasarnya dibagi ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama adalah tunjangan hari tua (THT) sebesar hampir Rp.3 triliun serta program pensiun Rp.4,5 triliun.

Sebagian dari dana itu dimanfaatkan untuk melakukan investasi baik langsung maupun tidak langsung. Investasi langsung misalnya dengan membeli saham perusahaan yang sudah “go public”, sementara investasi tak langsung dengan menanam deposito pada bank.

Ketika ditanya tentang harga saham sejumlah perusahaan yang cenderung menurun, ia menyebutkan harga saham dimana pun senantiasa ber fluktuasi (naik turun).

“Namun Taspen hanya membeli saham yang mempunyai prospek yang baik.” Kata Muljohardjoko.

Taspen juga membeli saham PT. Barito Pacific Timber. Ia juga menyebutkan Taspen membeli saham PT. Dua Satu Tiga Puluh (DSTP), yang akan memasarkan pesawat udara N-2130 buatan PT. (Persero) IPTN Bandung.

Dirut Taspen ini menemui Kepala Negara untuk menyerahkan santunan asuransi kematian atas nama almarhumah lbu Tien Soeharto yang meninggal bulan April 96.

Ia menyebutkan karena Pak Harto adalah kepala negara maka keluarga yang ditinggalkan lbu Tien berhak mendapat asuransi kematian. Ketentuan ini berlaku untuk semua pejabat negara baik pria maupun wanita.

Setelah menerima asuransi kematian ini, Presiden mengatakan uang itu akan disalurkan kepada Yayasan Ibu Tien Soeharto yang bergerak dalam kegiatan sosial seperti membantu anak asuh serta lanjut usia.

Sumber : ANTARA (17/07/1996)

_____________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 355-356.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.