PRESIDEN MINTA SARJANA KEHUTANAN BERIKAN TELAAH ILMIAH

PRESIDEN MINTA SARJANA KEHUTANAN BERIKAN TELAAH ILMIAH

Presiden Soeharto di Bina Graha Senin kemarin rnenerima Pimpinan Persaki (Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia) dipimpin ketua umumnya Ir. Sudjono Suryo. Kepada Kepala Negara mereka melaporkan hasil Muktamar ke-6 Persaki tanggal 23 Mei lalu.

Melalui Persaki, Presiden Soeharto minta kepada para sarjana kehutanan agar dapat membantu pemerintah di bidang kehutanan dengan telaah-telaah ilmiah, sehingga apa yang akan dilakukan pemerintah dalam jangka panjang mempunyai dasar yang obyektif.

Ini mengingat masalah hutan dan kehutanan tidak hanya menyangkut usaha jangka pendek, tetapi berkaitan dengan kelangsungan kehidupan bangsa.

Kepala Negara juga minta agar Persaki lebih menangani lagi masalah tenaga kerja di bidang kehutanan khususnya tenaga kerja golongan menengah. Demikian pula dalam masalah pendidikan dan latihan dan masalah pelestarian dan peremajaan hutan.

Mengenai pengembangan tenaga kerja di sektor kehutanan, Ir Sudjono Suryo yang juga Sekjen Departemen Kehutanan mengatakan memang masih mungkin sekali dikaitkan dengan pembangunan industri di bidang kehutanan yang masih akan terus dikembangkan.

Sistem usaha hutan

Presiden selanjutnya minta agar Persaki mempelajari secara mendalam sistem pengusahaan hutan di Indonesia secara menyeluruh dengan segala aspeknya. Hasil telaah itu agar disampaikan kepada pemerintah.

Antara lain, seberapa jauh pemanfaatan sumber daya alam dalam industri kehutanan bisa membantu, misalnya untuk menumbuhkan industri yang hasilnya dapat menunjang industri lainnya.

Menurut Ir. Sudjono Suryo yang akan menarik perhatian Persaki dalam periode yang akan datang adalah masalah industri pengolahan dan tata guna lahan, dikaitkan dengan pembangunan jangka panjang dan masalah ketenaga kerjaan.

Dewasa ini menurut Sudjono Suryo, diperkirakan ada 2.000 sarjana kehutanan yang telah berkecimpung di berbagai bidang. Yang menjadi anggota Persaki terdaftar 1,079 orang. Persaki didirikan 7 Mei 1963 dengan sistem keanggotaan aktif. (RA)

 

 

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (31/07/1984)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 965.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.