PRESIDEN MINTA PEPABRI LEBIH GIAT MEMBINA GENERASI MUDA

PRESIDEN MINTA PEPABRI LEBIH GIAT MEMBINA GENERASI MUDA [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto meminta Persatuan Purnawirawan ABRI (PEPABRI) untuk lebih giat lagi memberikan bimbingan kepada generasi muda dan sumbangan pikiran mengenai kesejahteraan sosial dalam Garis2 Besar Haluan Negara yang akan datang.

Permintaan Kepala Negara itu disampaikan ketika ia menerima pimpinan PEPABRI di Bina Graha, hari Senin.

Widyapranata, Ketua Umuin PEPABRI, menjelaskan kepada para wartawan selesai pertemuannya dengan Presiden bahwa kerjasama antara generasi tua dan generasi muda harus ditingkatkan.

Ia meminta kepada semua pihak untuk tidak mempertentangkan generasi tua dan generasi muda karena masing2 generasi mempunyai nilai2nya sendiri.

Widyapranata menyerukan angkatan 45 untuk bersatu untuk memelihara nilai2 45 dengan jalan memanfaatkan sisa tenaga dan pikiran untuk membantu Pemerintah menghadapi tantangan2 dalam pelaksanaan pembangunan.

Generasi tua tak bisa berpangku tangan, acuh tak acuh terhadap usaha2 untuk mendiskreditkan Orde Baru seperti yang dilakukan oleh Newsweek, New York Times dan tindakan teror, katanya menegaskan.

Mengenai generasi muda, ia berpendapat bahwa pemuda harus dinamis, militan dan sanggup mengatasi tantangan2.

Istilah Generasi Muda dan Tua

Widyapranata tak menyetujui penggunaan istilah generasi muda dan generasi tua. Menurut dia, yang paling tepat adalah “generasi baru”. Generasi baru ini tidak memandang usia. Sekalipun tua tetapi kalau masih mempunyai cita2 ia termasuk generasi baru. Sebaliknya sekalipun muda tetapi kalau tak mempunyai cita2, itu tergolong “Orde Lama,” katanya menjelaskan.

Ketika ditanya apakah ia bisa menerima kegiatan mahasiswa yang berbondong2 datang ke DPR, Widyapranata hanya menjawab:

“Kan pemuda itu harus dinamis, tetapi saya tak bisa menerima kalau mahasiswa2 itu merusak kursi dsb. seperti yang lalu itu”.

“Saya tidak melihat adanya pemuda yang frustasi, katanya menerangkan ketika ditanya apakah situasi sekarang inidapat menjamin berkembangnya daya kreatifitas orang muda.”

Ia menilai pemuda kini “hebat”. Tetapi sayangnya, katanya lebih lanjut, mereka kurang membaca.

Widyapranata juga tidak setuju adanya istilah

“erosi Orde Baru dan Pancasila”.

Tentang sebab2 adanya pertentangan generasi (generation gap) menurut Widyapranata, hal itu disebabkan generasi muda kurang pendidikan, sedangkan generasi tua ada yang merasa pintar sendiri.

Ia berpendapat, generasi muda perlu mendapatkan pengalaman dari generasi tua dan sebaliknya generasi muda diminta untuk tidak menganggap bahwa orang yang sudah pensiun itu harus masuk kotak.

Generasi baru harus lebih baik prestasinya karena kalau tidak itu namanya degenerasi, katanya.

Menangkan Orde Baru

Mengenai Pemilu, Widyapranata menyatakan bahwa PEPABRI bertekad untuk memenangkan Orde Baru dan kepemimpinan nasional yang sanggup untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 45.

Ketika ditanya kapan PEPABRI akan mengadakan pertemuan dengan tokoh purnawirawan dan pejuang seluruh tanah air untuk merumuskan konsepsi2 untuk GBHN, ia menjawab:

“Kan sekarang baru masa kampanye”.

Pimpinan PEPABRI yang diterima Kepala Negara hari Senin adalah Prof. Dr. Satrio, R. Memet Tanuwidjaja, GPH Jatikusumo, Sukardi, R. Susilo Citrosono dan M. Nazir. (DTS)

Sumber: ANTARA (28/02/1977)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 302-303.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.