PRESIDEN MINTA PENGUSAHA TIDAK ANGGAP JAMSOSTEK SEBAGAI BEBAN

PRESIDEN MINTA PENGUSAHA TIDAK ANGGAP JAMSOSTEK SEBAGAI BEBAN[1]

Jakarta, Pelita

Presiden Soeharto minta agar pengusaha tidak menganggap keberadaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagai beban. Tetapi justru merasakan sebagai jaminan atas kesinambungan dan kemajuan usahanya sejalan dengan produktivitas pekerja yang meningkat.

Permintaan Presiden itu disampaikannya pada acara pencanangan peningkatan pelaksanaan Jamsostek di Istana Negara, Selasa (29/12). Dalam kesempatan tersebut Presiden yang didampingi Menteri Tenaga Ketja Cosmas Batubara, menyerahkan kartu peserta Jamsostek Astek ke-5juta kepada Syaiful Bachri karyawan dari CV Langsa Jaya Sakti Aceh.

Selanjutnya Presiden minta agar Jamsostek benar benar diterima oleh para pekerja dan pengusaha sebagai lembaga yang bermanfaat dan mampu memadukan kepentingan bersama melalui lembaga itu para pekerja merasa diayomi karena keselamatan dan kesejahteraannya terjamin.

Disamping itu oleh Kepala Negara juga diminta agar Jamsostek dilaksanakan dengan koordinasi yang baik dengan lembaga lembaga lain yang mengelola sistem pelayanan yang sudah ada, seperti pelayanan kesehatan. Demikian juga harus ada koordinasi dengan lembaga lain yang melaksanakan peranan serupa seperti lembaga asuransi yang ada dan dana dana pensiun. Oleh karena itu, Jamsostek harus dikembangkan melalui tahap tahap pelaksanaan yang jelas dan realistis, dengan koordinasi yang erat dengan semua plhak yang terkait pada setiap tahapnya.

“Disamping itu, pengalaman dari negara negara lain perlu kita kaji agar kita dapat memetik pelajaran yang positif dan menghindari kesalahan-kesalahannya”, pesan Presiden.

Perlu  Dikembangkan

Pada bagian lain Presiden menyatakan, penyelenggaraan jaminan sosial, juga mengakibatkan terpupuknya dana, karena penerimaan iuran terjadi jauh sebelum pembayaran jaminan dilakukan. Lebih lebih dalam struktur kependudukan yang relatif muda, seperti di Indonesia ini. Menurutnya, dana ini dapat menjadi sumber pembentukan modal guna menunjang pembangunan.

“Pemupukan dana tadi sangat penting untuk menunjang proses industrialisasi pada Pembangunan Jangka Panjang Tahap (PJPT) kedua,” kata Presiden.

Dalam PJPT II nanti, lanjutnya, Jamsostek perlu dikembangkan sesuai dengan tahap kemajuan yang akan dicapai. Kemanfaatan Jamsostek didasarkan atas peranannya dalam pembangunan nasional.

Jamsostek memelihara dan meningkatkan ketenangan bekerja, memperbaiki hubungan industrial serta mendorong produktivitas kerja ke tingkat yang lebih tinggi dan memperbaiki mutu kehidupan. Penggunaan sistem yang tepat, yaitu pengumpulan iuran pada saat ini dan membayarkan jaminan pada waktu yang akan datang sangat penting artinya dari segi keuangan. Banyak hal dapat dicapai dengan memanfaatkan dana yang terkumpul dari program Jamsostek tersebut.

Sifat gotong royong dalam sistem Jamsostek, juga menunjukkan kerja sama segenap unsur tripartit. Pemerintah, pengusaha dan pekerja mempunyai peran masing masing yang menentukan kemajuan yan dicapai program Jamsostek. Permasalahan ketenagakerjaan memang harus diselesaikan secara bersama atas dasar musyawarah untuk mufakat diantara ketiga unsur tripartit itu.

“Kepada para pengusaha dan tenaga kerja agar memanfaatkan perlindungan jaminan sosial yang kini telah diatur dalam UU No. 3 tahun  1992,” ujar Presiden Soeharto.

Kepada PT. Astek sebagai badan penyelenggara jaminan sosial ini, Presiden mengharapkan agar senantiasa diupayakan peningkatan perlindungan dan pelayanan terhadap tenaga kerja, terutama dalam memenuhi hak haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Dengan demikian kita akan dapat lebih mempercepat  lagi peningkatan pelaksanaan Jamsostek di Indonesia,” kata Presiden . (ato)

Sumber: PELITA (30/ 12/ 1992)

_______________________________________________

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 646-647.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.