PRESIDEN MINTA PENELITI HASILKAN BIBIT HORTIKULTURA UNGGUL

PRESIDEN MINTA PENELITI HASILKAN BIBIT HORTIKULTURA UNGGUL[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta para peneliti pertanian untuk menghasilkan berbagai jenis bibit unggul guna meningkatkan jumlah serta mutu produk pertanian dalam negeri seperti hortikultura.

“Presiden mengatakan peneliti perlu mengkonversikan hasil-hasil penelitian mereka di laboratorium menjadi hal-hal yang langsung bermanfaat.” kata Menteri Transmigrasi dan PPH Siswono Yudohusodo kepada pers di Jalan Cendana, Jumat.

Setelah melapor kepada Kepala Negara tentang rencana Seminar “Peningkatan Kualitas Bibit Di Daerah Transmigrasi” Siswono mengatakan sebenarnya para peneliti telah melakukan berbagai penelitian.

Namun hasilnya masih merupakan laporan-laporan penelitian dan belum diubah/dikonversikan menjadi hal-hal yang bisa diterapkan langsung.

Menurut Siswono, jika hasil penelitian di tanah air itu telah diubah/dikonversikan menjadi hal-hal yang bersifat terapan maka manfaatnya akan besar sekali.

Ia kemudian memperlihatkan bibit unggul semangka yang dihasilkan Taiwan yang telah dikalengkan. Selain Taiwan maka Thailand pun telah menghasilkan bibit unggul yang dikalengkan itu.

Bibit unggul merupakan salah satu faktor penentu bagi peningkatan produksi, baik ditinjau dari segi jumlah maupun mutunya. Faktor lain adalah penyediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat jumlah.

Ia khawatir jika di dalam negeri tidak dilakukan produksi bibit secara massal maka program peningkatan produksi pertanian di luar beras itu bisa menghadapi masalah.

Membanjirnya berbagai buah dari luar negeri ke pasaran dalam negeri merupakan contoh konkrit hasil penelitian genetika di luar negeri. Ia kemudian menyebut contoh durian serta semangka dari Thailand.

Ketika ditanya wartawan tentang nilai ekonomis produksi massal bibit unggul itu, ia menyebutkan pihakn ya memang sedang melakukan penelitian. Namun hasil penelitian di luar negeri memperlihatkan perbandingan antara harga bibit dengan hasil panen bisa mencapai 100:1.

Menurut Siswono, jika di tanah air telah dihasilkan bibit unggul maka para petani memang harus membeli dibandingkan dengan keadaan sekarang ini dimana mereka tidak perlu membelinya.

“Namun, hasil yang akan didapat para petani itu bisa jauh dibanding jumlah produksi yang sekarang mereka peroleh.” kata Siswono.

Untuk mengatasi kekurangan bibit hortikultura ini maka Presiden menyetujui kemungkinan dibukanya peluang bagi para pengusaha baik nasional maupun luar negeri untuk mendirikan pabrik penghasil bibit-bibit unggul disini.

“Sebab, bibit-bibit yang diperoleh petani sekarang ini kualitasnya sebenarnya sangat memprihatinkan.” kata Siswono yang kemudian menyebutkan ia telah menerima keluhan para transmigran tentang bibit yang mereka terima.

Di tempat yang sama, Presiden juga menerima mantan Menteri Perdagangan Satrio Budihardjo Joedono. Namun belum diperoleh keterangan resmi tentang hasil pertemuan itu.

Sumber : ANTARA (12/01/1996)

_____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 264-265.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.