PRESIDEN MINTA PARA AKUNTAN BANTU PENGEMBANGAN PASAR UANG DAN MODAL

PRESIDEN MINTA PARA AKUNTAN BANTU PENGEMBANGAN PASAR UANG DAN MODAL [1]

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto meminta agar para akuntan di Indonesia membantu pengembangan pasar uang dan modal dengan jalan ikut serta membantu menilai perusahaan2 yang akan menawarkan sahamnya pada masyarakat.

Dengan demikian tiap calon pembeli saham hanya akan membeli saham dari perusahaan2 yang baik, hingga kepentingan calon pembeli itu terlindungi.

Harapan Kepala Negara itu dikemukakan di Cendana hari Rabu ketika menerima Dewan Pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang terdiri dari Ketua Drs. Radius Prawiro, Ketua Dewan Kehormatan Prof. Sumardjo Tjiptosidojo, anggota Dewan Kehormatan Utomo Josodirdjo, wakil Ketua Basuki Sidharta, Wakil Ketua Sujono dan Sekretaris Drs. Subagjo.

Selesai pertemuan itu Radius Prawiro menyatakan, biasanya perusahaan sebelum memasarkan sahamnya harus diperiksa seorang akuntan publik yang memberikan legalitas bahwa angka keuangan sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Kepada Presiden Soeharto dilaporkan, IAI merencanakan mengadakan Lembaga Pendidikan Tinggi Akuntansi, demi peningkatan daya kemampuan memperbanyak kesempatan pendidikan akuntansi.

Presiden Soeharto menyambut baik usaha itu mengingat jumlah akuntan di Indonesia sangat kurang.

Di Indonesia yang berpenduduk 130 juta hanya terdapat 1.160 akuntan, sedang di negara ASEAN lainnya, jumlahnya jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah penduduk.

Di Singapura untuk dua juta penduduk terdapat 1.200 akuntan, di Malaysia 1.500 akuntan untuk  13 juta penduduk, Muangthai  800 akuntan untuk 27 juta penduduk dan Pilipina 26.000 akuntan untuk 35 juta penduduk.

Radius Prawiro menyatakan, di Indonesia sekarang ini terdapat sembilan orang akuntan yang menjadi koresponden perusahaan akuntan di luar negeri. Dengan demikian pemeriksaan pembukuan perusahaan oleh pihak asing dapat dilakukan disini melalui korespondennya itu.

Peranan Akuntan

Presiden Soeharto dalam pesannya juga menyinggung masalah peranan akuntan yang harus dikembangkan dalam usaha membantu perusahaan2 yang dewasa ini semakin berkembang supaya perusahaan bersangkutan mendapat pengelolaan yang lebihbaik.

Dengan demikian perusahaan itu melalui kemampuan berkembang yang lebih besar akan mempunyai kontinuitas dalam pertumbuhan perusahaannya.

Hal ini penting sekali karena Pemerintah dalam pembinaan ekonomi yang berkembang ini harus pula dapat mengembangkan pertumbuhan perusahaan2 tersebut.

Sejak 1957

Ikatan Akuntan Indonesia didirikan sejak tahun 1957, dan ketika itu jumlahnya anggotanya 11 orang. Dewasa ini Indonesia memiliki 1.160 akuntan.

Jumlah ini sangat kecil jika dibanding dengan kebutuhan akanjasa akuntan, baik untuk sektor pemerintah maupun swasta. Dari jumlah akuntan itu, yang bekerja pada sektor Pemerintah dan swasta adalah sebagai berikut : Pemerintah 65 persen, PN dan bank Pemerintah 15 persen, akuntan publik 12 persen dan perusahaan swasta delapan persen.

Dewasa ini jumlah kantor akuntan publik di seluruh Indonesia hanya 85 buah di kota2 besar. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (01/04/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 128-129.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.