PRESIDEN MINTA KUD BELI CABE RAKYAT

PRESIDEN MINTA KUD BELI CABE RAKYAT[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta KUD-KUD membeli cabe rakyat untuk mengatasi anjlognya harga produk pertanian itu akibat tidak seimbangnya pemasokan dan permintaan.

“Presiden ingin KUD berperan menstabilkan harga guna membantu para petani.” kata Menteri Koperasi dan PPK Subiakto Tjakrawerdaja kepada pers setelah melapor kepada Kepala Negara di Bina Graha, Rabu tentang anjlognya harga cabe.

Subiakto mengatakan jika pada sekitar bulan Februari-Maret harga cabe melonjak hingga Rp 15.000-Rp 20.000/kg, maka sekarang petani hanya mampu menjual dengan harga Rp 250/kg akibat berlebih nya produksi.

Ia menyebutkan PT. Indofood Sukses Makmur (ISM) yang merupakan produsen mie instan terbesar di tanah air telah menyampaikan kesanggupan mereka membeli cabe rakyat sebanyak mungkin.

KUD akan membeli cabe petani seharga Rp 500-Rp 600/kg. Namun karena cabe itu masih basah maka KUD harus menjemur nya lagi. Jika sinar matahari cukup terang maka cabe itu bisa dijemur.

Namun untuk mendapatkan cabe kering satu kg, KUD memerlukan empat kg cabe basah. KUD bisa menjual cabe kering ini kepada PT. Indofood seharga Rp 4.000/kg. Subiakto mengatakan perusahaan mie instan itu mau membeli cabe rakyat karena selama ini pun mereka telah membeli bawang merah 135 ton/bulan dari petani.

Kepada Kepala Negara, juga dilaporkan tentang masih belum terlaksananya secara baik pembelian barang hasil produksi pengusaha lemah oleh departemen dan instansi nondepartemen lain.

Ia memberi contoh pemerintah AS saja telah mengeluarkan semacam pedoman atau directory kepada semua instansinya tentang barang lokal yang bisa mereka beli. Pembelian oleh pemerintah AS itu mencapai 10 persen dari anggarannya.

Menurut Subiakto, jika pola AS ini diterapkan di tanah air  maka dana yang akan diterima pengusaha lemah bisa mencapai Rp 1,2 triliun.

Sumber : ANTARA (29/08/1996)

______________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 399.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.