PRESIDEN MINTA KONI SUSUN DAFTAR CABANG OLAHRAGA PRIORITAS

PRESIDEN MINTA KONI SUSUN DAFTAR CABANG OLAHRAGA PRIORITAS

 

 

Jakarta, Aptara

Presiden Soeharto meminta Menpora Akbar Tandjung dan Ketua Umum KONl Pusat Surono untuk menyusun daftar cabang olahraga yang memiliki potensi besar berprestasi di tingkat subregional, regional, hingga internasional.

Permintaan itu disampaikan Kepala Negara ketika menerima Akbar, Surono serta Wakil Ketua Umum KONI Soesilo Soedarman di Jl. Cendana, Rabu, kata Akbar Tanjung kepada wartawan seusai pertemuan itu.

Presiden juga minta ketiga tokoh ini agar tidak seluruh cabang olahraga dipertandingkan dalam setiap pekan olahraga nasional (PON).

Cabang olahraga yang tidak dipertandingkan pada PON bisa dilaksanakan kegiatannya pada kesempatan lain, kata Presiden kepada AkbarTanjung.

“Pada tingkat nasional semua cabang olahraga harus mendapat perhatian.Tetapi kemudian harus dipilih mana yang masih bisa ditingkatkan pembinaannya,” kata Surono ketika mengutip pernyataan Presiden.

Kepala Negara mengatakan penyusunan daftar nama cabang olahraga yang bisa ditingkatkan prestasinya mulai pada tingkat subregional hingga internasional tidak hanya untuk mewujudkan efisiensi tapi juga penghematan biaya yang memang terbatas.

Ketika ditanya tentang cabang olahraga yang memiliki peluang besar di tingkat dunia, Surono menyebut tenis, bulu tangkis, angkat besi, serta panahan.

Akbar, Surono juga melaporkan persiapan peringatan Hari Olahraga Nasiona1 tangga 18 September di Parkir Timur Senayan yang akan dihadiri Kepala Negara.

Pada acara itu, Presiden akan menyerahkan penghargaan kepada atlet berprestasi, pelatih serta pembina terbaik. Apel besar ini akan dihadiri sekitar 10.000-15.000 olahragawan.

Di tempat yang sama, Presiden juga menerima Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Siboen yang melaporkan persiapan pembukaan kejuaraan terjun payung tingkat dunia mulai 31 Agustus.

Kejuaraan dunia ini yang dibuka Presiden akan diikuti atlet terjun payung dari 22 negara, kata Siboen yang lebih dikenal sebagai KSAU.

 

 

Sumber : ANTARA (28/08/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 619-620.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.