PRESIDEN MINTA DRN RUMUSKAN PROGRAM PENINGKATAN MUATAN TEKNOLOGI

PRESIDEN MINTA DRN RUMUSKAN PROGRAM PENINGKATAN MUATAN TEKNOLOGI[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta Dewan Riset Nasional (DRN) untuk merumuskan kebijakan dan program-program guna meningkatkan muatan teknologi yang dibutuhkan bagi pengembangan industri nasional.

“Dalam melakukan riset dan mengembangkan teknologi tadi, maka kerjasama yang erat dengan para pengusaha perlu dilakukan. Dengan demikian lembaga dan institusi yang akan mengadakan riset akan menerima bantuan dari dunia usaha,” kata Presiden di Istana Negara, Selasa.

Ketika membuka Rakornas Riset Teknologi dan Sidang Paripurna DRN, Kepala Negara mengatakan  dengan dilakukannya kerjasama antara lembaga penelitian dengan dunia usaha, maka para pengusaha bisa mendapatkan teknologi baru guna meningkatkan mutu produknya.

Pembukaan sidang DRN itu, yang dilakukan pada rangkaian hari Kebangkitan Teknologi Nasional dihadiri pula Wakil Presiden Try Sutrisno dan Ibu Try Sutrisno, Mendagri Yogi SM, Mendikbud Wardiman Djojonegoro serta Menhub Haryanto Danutirto.

Presiden juga minta Rakornas Ristek merumuskan kebijaksanaan yang menunjang peningkatan daya saing usaha termasuk industri kecil dan menengah yang bermitra dengan industri besar.

Kerjasama antara penghasil dan pengguna kegiatan ristek akan dapat saling meningkatkan kemampuan dan saling memperoleh manfaat dari kegiatan penghasil dan pengguna ristek.

Kepala Negara menyebutkan industrialisasi yang dilakukan di tanah air bukanlah sekadar langkah membangun pabrik, dan juga bukannya sekadar memindahkan pabrik dari negara maju ke negara berkembang. Industrialisasi hanya dapat tumbuh subur dalam masyarakat industri.

“Untuk mewujudkan masyarakat kita menjadi masyarakat industri yang kuat maka kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tanpa persiapan yang baik maka sulit untuk mengubah masyarakat kita menjadi masyarakat industri,” kata Presiden.

Jika persiapan industrialisasi tidak dilakukan dengan baik, maka bangsa ini akan mengalami kesulitan untuk mengoperasikan dan mengembangkan pabrik-pabrik yang telah dibangun bangsa ini. Akibatnya bangsa Indonesia akan terus menerus bergantung pada bangsa lain dan sulit menguasai iptek.

“Membentuk masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berorientasi iptek sangat erat kaitannya dengan keberhasilan kita dalam pembangunan pendidikan. Untuk itulah kita kembangkan berbagai lembaga pendidikan dan institusi ilmiah yang akan menghasilkan tenaga-tenaga ilmiah, berkeahlian tinggi dan penuh pengabdian kepada bangsanya,” demikian Presiden.

(L.EU01/EU06/15:41/EL01/RB 1)

Sumber: ANTARA (22/0811997)

_________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 738-739.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.