PRESIDEN MINTA DIBANGUN MUSHOLLA DI SETIAP PROYEK

PRESIDEN MINTA DIBANGUN MUSHOLLA DI SETIAP PROYEK [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden telah meminta pada Menteri PUTL agar pembangunan musholla dapat disertakan pula dalam pembangunan proyek2 seperti proyek pembangkit tenaga listrik, jembatan, irigasi dan sebagainya.

“Sebagai orang Solo, maka saya anggap permintaan Presiden itu sebagai perintah”, kata Menteri PUTL Dr. Ir.H. Sutami hari Senin dalam peresmian musholla As-Salam disamping kanan gedung induk Departemen PUTL dengan biaya kl. Rp. 8 juta.

Permintaan Kepala Negara itu dikemukakan pada Menteri Sutami waktu Menteri

pamit untuk menjalankan ibadah haji tahun lalu.

Menteri Sutami menjelaskan, pembangunan musholla As-Salam waktu dilakukan dengan gotong-royong oleh keluarga besar PUTL tanpa memberatkan anggaran negara.

Saya tahu, kata Sutami, ada orang Bappenas yang diselidiki sana-sini, kalau2 kita bangun mushola dengan uang negara.

Katanya ia tak mungkin akan membangun musholla dengan uang negara yang bukan dianggarkan untuk itu, atau dengan uang yang tak jelas asalnya, sebab pembangunan musholla adalah soal hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Kuasa

Menteri PUTL mengatakan berikutnya, ia akan meminta kantor2 PUTL didaerah untuk membangun musholla pula dengan cara gotongroyong.

Dengan lman Tak Ada Kesulitan

Menteri PUTL menyatakan, musholla As-Salam akan mempunyai program kerja yang tak hanya meliputi kegiatan sholat, tapi juga meliputi program dakwah dan diskusi2, dalam rangka pembangunan mental beragama di lingkungan karyawan, yang pelaksanaanya diserahkan kepada Badan Koordinasi Dakwah Islam Departemen PUTL.

Kata Menteri Sutami, kita ternyata bagaimanapun juga takkan bisa mengembangkan kemampuan dengan akal dengan pikiran saja, apabila tidak dilandasi olehiman.

Dengan iman kita akan bisa mengatasi segala macam kesulitan dan persoalan, sebab dengan hidup beriman kita akan bisa dapat petunjuk dari Tuhan, demikian Menteri.

Ditambahkan, iman itupun tak hanya diperlukan untuk hidup didunia sekarang ini tapi juga perlu untuk persiapan hari nanti sesudah kita meninggalkan dunia.

Menteri Dr. Ir. H. Sutami selanjutnya menunjukkan nama As-Salam yang dipakai untuk nama musholla yang berarti “yang menyelamatkan yang dikatakan Menteri sebagai nama yang cocok sekali.

Lagi pula, katanya, musholla As-Salam atau yang menyelamatkan ini diresmikan pada tahun 1976, tahun yang seperti dikatakan juga oleh Kepala Negara sebagai tahun yang banyak kesulitan yang menimbulkan keprihatinan dalam keuangan negara, bencana alam dsb. Mudah2an kita betul2 mendapat keselamatan dalam tahun yang sulit dan prihatin ini, demikian Menteri Sutami.

As-Salam

Musholla As-Salam dibangun dengan gotong-royong keluarga besar Departemen PUTL dari seluruh Indonesia dengan biaya kl. Rp. 28, juta, luas bangunan 249 m2, di puncak atap ada bulan bintang.

 

 

Menteri Sutami secara mengemukakan bahwa perencanaan dan konstruksi dilakukan oleh insinyur2 wanita yaitu Ir. Sri Hadiarti dan Ir. Amelia Munawar.

Peletakan batu pertama dilakukan tanggal 20 Mei 1975 oleh Sekjen Departemen PUTL Ir. Ely Sungkono. (DTS)

Sumber: ANTARA (15/03/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 245-247.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.