PRESIDEN MINTA BULOG LEBIH WASPADA HADAPI MUSIM PACEKLIK

PRESIDEN MINTA BULOG LEBIH WASPADA HADAPI MUSIM PACEKLIK

Presiden Soeharto meminta kepada Bulog agar lebih hati-hati dan waspada menghadapi musim paceklik dan kemungkinan terjadi banjir dan bencana alam di beberapa daerah tertentu dalam penyediaan bahan pangan.

Pesan Kepala Negara ini disampaikan kepada Menmud Koperasi/Kabulog Bustanil Arifin di kediaman Cendana, Jakarta, Kamis pagi.

Presiden menginstruksikan kepada Kabulog agar mulai dari sekarang mempersiapkan penyediaan pangan di daerah-daerah yang biasa terjadi banjir.

Juga bagi daerah-daerah yang biasa mengalami bencana alam seperti di Larantuka Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dari sekarang dipersiapkan bahan pangannya.

Bustanil Arifin selesai diterima Presiden menjelaskan kepada pers bahwa dalam menghadapi musim paceklik dan kemungkinan.banjir dan bencana alam lainnya itu, Bulog antara lain telah membangun gudang-gudang dalam jumlah yang cukup banyak.

Sebagai contoh, Kabulog menyebutkan gudang-gudang Bulog yang sudah selesai dibangun di berbagai daerah di NTT seperti di Waingapu, Maumere, Ende, Kalabalu, Waiyawa, Larantuka dan Kupang. Gudang-gudang tersebut masing-masing berkapasitas antara 1.000 sampai 2.000 ton.

Bustanil menyatakan bahwa persiapan Bulog untuk menghadapi musim paceklik, kemungkinan banjir dan bencana alam itu cukup banyak.

Mengenai persiapan menghadapi kebutuhan Natal dan Tahun Baru, Bustanil mengatakan, cukup banyak dan penambahan bahan keperluan yang disediakan Bulog tidak terbatas.

Dalam hubungan ini, Presiden juga menginstruksikan peningkatan operasi-operasi pasar.

Akan Ditindak

Kabulog membenarkan rusaknya gula impor sebanyak: 3.500 ton di kapal baru­baru ini akibat topan Betty. Satu palka rusak namun sebagian kecil lainnya masih dapat dijual.

Ketika ditanya mengenai perlunya dilanjutkan dropping untuk menormalisasikan harga gula baru-baru ini, Bustanil menyatakan bahwa dropping itu tidak perlu lagi dilanjutkan karena harga-harga sudah turun. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (27/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 830-831.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.