PRESIDEN MINGGU KE INDIA, HADIRI KTT KELOMPOK 15

PRESIDEN MINGGU KE INDIA, HADIRI KTT KELOMPOK 15[1]

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto, Minggu (27/3) akan bertolak ke New Delhi, India untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok 15 (KTI G-15) IV, dari 28-30 Maret 1994. Meskipun tidak mencapai kuorum, KTI yang sempat tertunda ini tetap berlangsung.

Menteri Sekretaris Negara Moerdiono mengatakan hal itu di gedung utama Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat. Kepala Negara yang memimpin delegasi Indonesia akan meninggalkan New Delhi, Rabu (30/3) pagi. Dengan demikian Presiden tidak akan menghadiri penutupan KTI yang dijadwalkan berlangsung Rabu siang hingga petang hari. Hal ini menurut Mensesneg dikarenakan begitu banyak tugas di Tanah Air dan beberapa hari lagi akan kedatangan tamu Perdana Menteri Belanda, Rudd Lubbers, sehingga diperlukan persiapan-persiapan.

Selama KIT, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri, antara lain Menko Ekku dan Wasbang Salef Affif, Mensesneg Moerdiono dan Menlu Ali Aiatas, serta penasihat ahli ekonomi Presiden, Prof Dr Widjojo Nitisastro dan Kepala Badan Pelaksana Ketua GNB Nana Sutresna.

KTI IV Kelompok 15 yang semula diselenggarakan pada bulan Desember 1993 di New Delhi telah mengalami penundaan karena sejumlah kepala negara I pemerintah tidak dapat hadir. Penundaan ini bukan dikarenakan berkurangnya komitmen negara­-negara anggota, namun terutama disebabkan adanya persoalan praktis yang tidak dapat dihindarkan dalam penentuan tanggal KTI sesuai dengan acara para kepala negara /pemerintahan. Selain itu, ada sejumlah negara yang mempunyai masalah atau kepala negaranya mengkonsentrasikan diri pada penanganan masalah dalam negeri yang mendadak muncul.

Kuorum

Tercatat 8 kepala negara Ipemerintahan yang sudah memastikan hadir adalah Ar­gentina, Aljazair, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Senegal, Zimbabwe dan India selaku tuan rumah. Sedangkan Mesir yang sebelumnya sudah menyatakan kesediaannya hadir, sampai kini belurn memberikan rekonfirmasi. Sedangkan 6 negara lainnya yang tidak hadir yaitu Brasil, Meksiko,  hili, Jamaika, Peru dan Venezuela.

Sesuai dengan kesempatan antara wakil pribadi kepala pemerintahan yang bertemu di Jenewa baru-batu ini, telah dicapai kesepakatan bahwa KTT IV Kelompok 15 di New Delhi tetap akan berlangsung, meskipun tidak mencapai kuorum. “Hal ini saya rasa langkah yang tepat. Jangan sampai KTT ini tidak berlangsung hanya karena kuorum tidak tercapai,” kata Moerdiono.

Berdasarkan kesepakatan pada pertemuan para Menlu di New Delhi, Desember 1993, KTT Kelompok 15 tahun 1994 hanya diselenggarakan dalam bulan Maret ini. Sedangkan KTT V yang dahulu direncanakan diselenggarakan pada tahun 1994 akan diadakan pada tahun 1995 di Argentina. Empat masalah pokok akan dibahas dalam KTT, pertama, situasi internasional dan implikasinya terhadap negara-negara berkembang. Kedua, kerja sama Selatan­ Selatan, khususnya mengenai proyek-proyek kerja sama yang hingga saat ini mencakup 18 proyek. Dari jumlah itu, Indonesia menjadi pemrakarsa 4 proyek yaitu kependudukan, pengamanan pangan, pengelolaan hutang luar negeri dan skema pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan. Ketiga, dialog Utara-Selatan. Keempat, arab yang akan ditempuh oleh Kelompok 15 di masa mendatang, termasuk masalah frekuensi pertemuan dan peningkatan peranan Menlu.

KTT akan didahului dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meet­ ing/SOM), 25 Maret Setelah itu diteruskan dengan Konferensi Tingkat Menteri (KTM), 26 Maret guna mempersiapkan dan merampungkan masalah-masalah substansi untuk KTT. Bersamaan dengan penyelenggaraan KTT tersebut, juga akan diadakan pertemuan para usahawan Kelompok 15 pada 28-29 Maret 1994. Pertemuan yang ke-3 ini dimaksudkan sebagai ajang tukar informasi di antara para pengusaha guna mengembangkan kerja sama sehingga dapat mendorong perdagangan antara negara anggota. Dalam hal ini sejumlah pengurus Kadin dan pengusaha Indonesia akan ikut hadir. (N-1)

Sumber : SUARA KARYA ( 26/03/1994)

________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 18-19.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.