PRESIDEN MERESMIKAN STADION OLAHRAGA MANAHAN SOLO

PRESIDEN MERESMIKAN STADION OLAHRAGA MANAHAN SOLO[1]

 

Solo, Suara Pembaruan

PRESIDEN SOEHARTO meresmikan Gelanggang Olahraga Manahan Solo, Sabtu (21/2) pagi. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti.

Sebelumnya, Wakil Ketua Yayasan Puma Bhakti Pertiwi, Sigit Haryojudanto menyerahkan pengelolaan gelanggang olahraga Manahan kepada Wali Kota Solo, Imam Sutopo.

Sedangkan ketua direksi pembangunan Gelanggang Olahraga tersebut, Hedijanto melaporkan, bahwa pembangunan Gelanggang Olahraga Manahan merupakan gagasan almarhumah Ibu Tien Soeharto selaku Ketua Yayasan Puma Bhakti Pertiwi yang dicetuskan pada tahun 1991.

Mengapa almarhumah Ibu Tien Soeharto ingin membangun tempat dan sarana olahraga di Solo ini, Hedijanto menjawab, karena almarhumah memahami bahwa masyarakat di Kota Solo dan sekitarnya memiliki minat yang besar terhadap kegiatan olahraga tetapi belum ada tempat dan sarana yang cukup memadai. Padahal Kota Solo memiliki sejarah yang sangat penting sebagai tempat diselenggarakannya PON I tahun  1948.

GOR Manahan dibangun diatas tanah seluas 170.000 meter persegi terdiri dari stadion utama seluas 46.000 meter persegi , serta beberapa sarana lainnya.

Peresmian stadion tersebut sebagai rangkaian pertama kunjungan Presiden di Solo yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke Keraton Kasunanan Surakarta dan ziarah ke makam Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun, Karang Anyar.

Menurut Wali Kota Solo, Imam Soetopo, peresmian ini dilakukan secara sederhana karena menyesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang kurang menggembirakan akhir-akhir ini. Dengan menghindarkan acara seremonial yang panjang, agar peresmian ini menghemat biaya, katanya hari Jumat (20/2). Stadion Olahraga Manahan Solo merupakan kompleks olahraga termegah di Jawa Tengah dan terlengkap setelah kompleks olahraga Senayan, Jakarta. Fasilitas olahraga yang tersedia antara lain sebuah stadion sepak bola, velodrome (lintasan balap sepeda) dan tata ruang luar stadion, sebagai fasilitas yang baru selesai dibangun. Sebelumnya, di kompleks tersebut sudah tersedia sarana olahraga seperti lapangan tenis, panahan tradisional, kolam renang serta gedung olahraga (GOR). Tiga fasilitas baru olahraga yang selesai dibangun, yakni stadion sepak bola, velodrome dan tata ruang luar, dibangun oleh Yayasan Puma Bhakti Pertiwi dengan menelan biaya sekitar Rp.21 miliar, meliputi stadion sepak bola seluas 33.300 meter persegi, velodrome 11.700 meter persegi dan tata ruang luar seluas 125.000 meter persegi.

Tinjau Keraton

Seusai meresmikan Stadion Olahraga Manahan Solo, Presiden berkesempatan meninjau Keraton Kasunanan Surakarta. Kunjungan ke Keraton Solo berlangsung singkat, di mana pihak Keraton Solo dan Menparpostel Joop Ave menyambut kedatangan Presiden dengan adat kebesaran keraton. Kedatangan Presiden disambut dengan alunan iringan gending Monggang sepanjang ruangan Kori Kamdungan sampai Sasana Prasedya. Dengan di dampingi Raja Keraton Solo Paku Buwono XII, Presiden berkesempatan meninjau Sasana Handrawina yang beberapa bulan lalu selesai pembangunannya. Presiden kemudian menandatangani prasasti sebagai tanda selesainya proyek pembangunan kembali Sasana Handrawina Keraton Solo tersebut. Seusai peninjauan singkat di Keraton Solo, Presiden Socharto bersama rombongan dan sejumlah menteri melanjutkan rangkaian acara di Solo dengan berziarah ke makam Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun Kecamatan Matesih, Kabupaten Karang Anyar.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (21/02/1998)

_________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 801-802.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.